Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Chatib Sulaiman Masuk Daftar Calon Pahlawan Nasional, Anggota DPRD Limapuluh Kota Apresiasi Mensos dan TP2GP

Syamsu Ridwan • Senin, 3 November 2025 | 11:00 WIB

MEMBUAHKAN HASIL: M. Fajar Rillah Vesky (kiri) saat bertemu Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta September lalu.
MEMBUAHKAN HASIL: M. Fajar Rillah Vesky (kiri) saat bertemu Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta September lalu.

PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota DPRD Limapuluh Kota, Sumatera Barat, M. Fajar Rillah Vesky, mengapresiasi Menteri Sosial Syaifullah Yusuf beserta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) karena telah mengusulkan nama Chatib Sulaiman, yang dikenal luas sebagai Khatib Sulaiman, sebagai calon Pahlawan Nasional 2025.

Chatib Sulaiman bersama 39 tokoh bangsa lainnya diusulkan sebagai calon Pahlawan Nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTJTK) yang dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

“Mewakili masyarakat dan keluarga pejuang Peristiwa Situjuah 15 Januari 1949, mata rantai PDRI Bela Negara, kami menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial dan TP2GP yang telah mengusulkan Chatib Sulaiman sebagai satu dari 40 calon Pahlawan Nasional 2025 kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan. Mudah-mudahan sidang Dewan Gelar yang dipimpin Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon, dapat meneruskan usulan Chatib Sulaiman sebagai Pahlawan Nasional kepada Bapak Presiden,” kata Fajar Rillah Vesky, Minggu (2/11).

Dua bulan sebelumnya, tepatnya pada 11 September 2025, Fajar Rillah Vesky bersama Wakil Ketua DPRD HM Fadhil Abrar mendampingi Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Kepala Dinas Sosial Indra Suryani, dan mantan Kepala Dinas PU Nopriadi Syukri bertemu dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Fajar—yang juga menulis buku Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah (ISSBN 2008)—menanyakan tindak lanjut pengusulan Chatib Sulaiman sebagai Pahlawan Nasional.

Fajar menjelaskan kepada Mensos Syaifullah Yusuf dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, bersama Pemko Padang Panjang, Pemkab Limapuluh Kota, Pemko Payakumbuh, dan Pemkab Tanah Datar, pernah mengusulkan Chatib Sulaiman sebagai calon Pahlawan Nasional.

Usulan tersebut sudah diverifikasi oleh TP2GP pada tahun 2016, namun hingga September 2025 belum ada kejelasan lebih lanjut.

“Mohon petunjuk Gus Menteri, apakah perlu diusulkan kembali atau bagaimana. Chatib Sulaiman adalah ikon perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat. Kata Buya Hamka, apa pun perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat tidak lepas dari nama Chatib Sulaiman. Proklamator RI Bung Hatta pernah berziarah ke makam Chatib Sulaiman, begitu pula mantan Ketua Umum PBNU KH Aqil Siradj,” ujar Fajar.

Mantan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini juga berharap Kementerian Sosial membantu rehabilitasi makam para pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Situjuah, Limapuluh Kota.

“Korban gugur terbanyak sepanjang sejarah PDRI yang sudah diakui pemerintah sebagai Hari Bela Negara terjadi dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949. Kami berharap Kemensos membantu rehabilitasi makam 69 pejuang yang gugur dalam tragedi ini, termasuk makam Chatib Sulaiman,” pinta Fajar Rillah Vesky.

Menanggapi hal itu, sekaligus merespons proposal makam Pahlawan Situjuah Batua yang diajukan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf meminta Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih menelusuri kembali pengajuan Chatib Sulaiman sebagai Pahlawan Nasional.

“Kita bantulah ini,” ujar Gus Ipul pada September 2025.
Sebulan kemudian, nama Chatib Sulaiman resmi masuk dalam daftar 40 calon Pahlawan Nasional yang diajukan Kemensos kepada Dewan GTK.

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI, Fadli Zon, mengatakan seluruh tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial untuk menjadi Pahlawan Nasional telah memenuhi kriteria.

“Semua yang diusulkan dari Kementerian Sosial secara kriteria sudah memenuhi syarat,” ujar Fadli di Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Fadli menegaskan bahwa Dewan GTK masih akan melakukan pembahasan lanjutan sebelum menyerahkan hasilnya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan.

“Kalau soal memenuhi syarat, ya memenuhi syarat. Tapi saya tidak mau mendahului, semuanya ada prosesnya,” ucap Fadli Zon.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan telah menerima daftar 40 nama tokoh yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut nama-nama tersebut sedang dipelajari Presiden.

“Nama-nama pahlawan sudah kami terima secara resmi dari Kemensos, hasil dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa. Saat ini sedang dipelajari oleh Bapak Presiden karena memang cukup banyak nama-nama yang diajukan,” ujar Prasetyo di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10).

Prasetyo menambahkan, tidak ada batasan jumlah tokoh yang dapat ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Istana menargetkan keputusan sudah dapat diumumkan pada 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#M Fajar Rillah Vesky #Pahlawan Nasional 2025 #chatib sulaiman #dprd limapuluh kota #TP2GP