Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Tomat Anjlok di Limapuluh Kota, Petani Hanya Dapat Rp 3 Ribu per Kilogram

Syamsu Ridwan • Senin, 24 November 2025 | 11:57 WIB

FLUKTUASI HARGA: Rissiwan, petani tomat di Nagari Kototangah Batu Hampa, menunjukkan hasil panennya yang melimpah di tengah anjloknya harga tomat di tingkat petani, Kamis (23/11).
FLUKTUASI HARGA: Rissiwan, petani tomat di Nagari Kototangah Batu Hampa, menunjukkan hasil panennya yang melimpah di tengah anjloknya harga tomat di tingkat petani, Kamis (23/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga tomat di tingkat petani kembali merosot tajam. Hal ini dirasakan langsung oleh para petani di Nagari Kototangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Saat ditemui di lahan pertaniannya, Rissiwan, salah satu petani tomat setempat, mengungkapkan bahwa harga jual dari petani ke pengumpul kini hanya berkisar Rp 3.000 per kilogram, turun drastis dibandingkan harga sebelumnya.

“Untuk saat ini, harga tomat Rp 3 ribu per kilogram dari petani ke pengumpul, dan ada penurunan yang cukup drastis dari awalnya Rp 7 ribu per kilogram,” ujar Rissiwan saat panen di kebunnya.

Ia menambahkan, harga Rp 7 ribu per kilogram masih berlaku dua minggu lalu. Harga tomat di pasaran pada periode yang sama bahkan sempat mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram.

Rissiwan menjelaskan, jenis tomat yang ditanam di Nagari Kototangah Batu Hampa adalah tomat konsumsi yang dikenal memiliki daya tahan lebih baik.

“Tomat yang kita tanam ini tomat untuk makanan. Ketahanannya lebih bagus, bisa bertahan lebih dari seminggu,” katanya.

Fluktuasi harga tomat menurut Rissiwan dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi cuaca dan daya beli masyarakat.

Selain itu, ketika petani menanam secara serentak, waktu panen juga berbarengan sehingga pasokan melimpah dan harga cenderung anjlok.

“Kalau serentak menanamnya tentu panennya juga serentak, dan tentu harganya ikut turun,” jelasnya. Meski demikian, kondisi tanah dan iklim di Nagari Koto Tangah Batu Hampa dinilai cukup ideal untuk tanaman tomat.

“Untuk penanaman tomat di sini, Insya Allah tidak ada permasalahan. Cukup bagus dan sesuai dengan tanah yang ada di sini,” tambah Rissiwan.

Ia juga mengakui bahwa cuaca tetap memengaruhi pertumbuhan tomat. Tanaman tomat lebih baik tumbuh pada kondisi cuaca panas atau lembap. Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas buah.

Hingga saat ini, Rissiwan telah melakukan empat kali panen dalam masa tanam kali ini. Panen pertama dilakukan sekitar satu minggu lalu.

“Panen pertama sekitar 50 kilogram dengan harga waktu itu Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per kilogram. Panen kedua juga sama, lalu panen ketiga mulai naik jadi Rp 3 ribu per kilogram sampai sekarang,” ucapnya.

Jika ditotal sejak awal panen hingga panen keempat, produksi tomatnya telah mencapai kurang lebih 1 ton. “Panen pertama sekitar 50 kg, panen kedua 200 kg, panen ketiga 150 kg, dan sekarang sekitar 300 kilogram lebih,” ungkapnya.

Meski hasil panen cukup baik, petani tetap dihadapkan pada persoalan klasik, terutama tingginya biaya produksi, seperti pupuk, obat tanaman, dan vitamin.

“Kendala kita itu pupuk karena harganya mahal, juga racun dan vitamin-vitamin untuk tanaman,” kata Rissiwan.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menurunkan harga pupuk subsidi. “Alhamdulillah pemerintah sudah menurunkan harga pupuk, dari Rp 120 ribu menjadi Rp 90 ribu,” ujarnya.

Namun, harga vitamin tanaman yang masih tinggi membuat petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah.

“Kalau bisa, kami berharap harga vitamin-vitamin itu ikut diturunkan, supaya petani bisa lebih aktif dan giat sesuai dengan ekonomi masyarakat saat ini.”

Dengan kondisi harga yang masih rendah dan biaya produksi yang tinggi, petani di Nagari Koto Tangah Batu Hampa berharap adanya stabilisasi harga di tingkat pasar agar mereka tetap dapat menikmati hasil kerja keras di lahan mereka. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#tomat anjlok #Akabiluru #Nagari Kototangah Batu Hampa