PADEK.JAWAPOS.COM-Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Limapuluh Kota sejak tanggal 21-25 November memicu bencana hidrometeorologi berskala luas.
Curah hujan ekstrem menyebabkan banjir, longsor, hingga amblasnya sejumlah ruas jalan di berbagai kecamatan.
Kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga fasilitas umum, infrastruktur dasar, serta lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam laporan sementara yang dirilis BPBD Kabupaten Limapuluh Kota per Sabtu (29/11) pukul 21.00, tercatat lebih dari 387 KK terdampak.
Sebanyak 159 KK atau 372 jiwa mengungsi ke posko-posko yang disiapkan. Dampak kerusakan tersebar di sedikitnya delapan kecamatan.
Plt. Kalaksa BPBD Lima Puluh Kota, Arie Kurniawan, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat.
“Hujan intensitas tinggi tanpa jeda membuat struktur tanah di beberapa titik labil dan memicu longsoran. Selain itu, debit air sungai meningkat drastis sehingga menyebabkan banjir di beberapa nagari,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Minggu (30/11).
Gunung Terparah,
Akses Terisolir
Di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunung Omeh, kerusakan tercatat paling parah. Akses menuju Jorong Aia Angek terputus total akibat badan jalan yang amblas dan tertutup material longsor.
Mobilisasi warga dan distribusi bantuan harus melalui jalur alternatif atau berjalan kaki di beberapa titik.
“Kami mencatat terdapat 286 unit rumah rusak/dampak langsung (286 KK/562 jiwa). Kemudian sekitar 113 KK (285 jiwa) mengungsi. Ada 11 titik kerusakan jalan kabupaten, meliputi 7 titik badan jalan amblas atau putus total, 3 titik bahu jalan terban, 1 titik tertutup longsor, dan 1 jembatan kayu rusak di ruas Sungaidata–Kototinggi,” ujarnya.
Selain itu, dua tiang listrik tumbang sehingga jaringan penerangan padam total di sejumlah jorong. Dua intake air bersih putus dan membuat suplai air warga terhenti.
Sebanyak 28,2 hektare lahan pertanian terdampak dan dua unit huller (penggilingan padi) rusak sehingga mengganggu aktivitas UMKM.
“Selain itu terdapat 470 m² areal perikanan terdampak. Tiga unit sekolah (SD 06, SD 04, dan MDA Koto Tinggi) terdampak banjir dan material longsor. Sungai Batang Sinamar mengalami kerusakan tebing di enam titik, meningkatkan risiko banjir susulan,” ungkapnya.
Di Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh, tercatat delapan unit rumah terdampak (8 KK/33 jiwa).
“Ada empat KK (14 jiwa) mengungsi, 0,48 hektare lahan pertanian rusak, serta satu unit musala terdampak. Sungai Batang Sinamar meluap pada enam titik,” katanya.
Di Kecamatan Bukit Barisan, banjir dan longsor menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta infrastruktur publik.
“Di Nagari Baruah Gunuang terdapat 60 unit rumah terdampak dengan 175 jiwa, dan 42 KK (103 jiwa) mengungsi. Kerusakan jalan kabupaten terjadi pada dua titik di ruas Bukik Kambuik–Bandaraik. Dua titik jaringan irigasi rusak, satu intake air bersih putus, dan 17,5 hektare lahan pertanian terendam serta rusak,” ungkapnya.
Di Nagari Sungai Naniang terdapat dua rumah terdampak dengan delapan jiwa, sementara Nagari Koto Tangah mencatat tiga rumah terdampak (3 KK/9 jiwa) dan satu titik jalan kabupaten rusak.
“Di Nagari Banja Loweh dan Maek, masing-masing terdapat satu jembatan gantung rusak, mengganggu mobilitas warga di pedalaman bukit,” ujarnya.
Infrastruktur Jalan Dihantam Longsor
Di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, terjadi kerusakan infrastruktur cukup masif, 20 titik kerusakan jalan kabupaten (14 titik badan jalan, 6 titik bahu jalan), satu jembatan gantung hilang terbawa arus, tiga titik aliran Sungai Batang Sinamar rusak, serta 0,77 hektare lahan pertanian terdampak.
“Di Nagari Kurai terdapat satu titik jalan kabupaten tertutup material longsor. Di Nagari Tanjung Bungo tercatat tiga unit rumah rusak (3 KK/12 jiwa),” jelasnya.
Di Kecamatan Luak, Nagari Mungo mencatat satu unit fasilitas pendidikan (TK Ar Raudah) terdampak dan 5,25 hektare lahan pertanian rusak. Di Nagari Andaleh terdapat lima hektare lahan pertanian terdampak.
Di Kecamatan Guguak, Nagari VII Koto Talago mencatat satu rumah terdampak (1 KK/2 jiwa), satu titik bahu jalan terban, satu titik kerusakan Sungai Batang Sinamar, serta satu hektare lahan pertanian rusak.
“Di Kecamatan Harau, Nagari Taram mencatat 11 hektare lahan pertanian rusak, sementara Bukik Limbuku mencatat 2,1 hektare,” jelasnya.
Di Kecamatan Mungka, seluas 55 hektare lahan pertanian gagal panen akibat terendam. Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Balai Panjang mencatat 20 hektare lahan terdampak, sementara Nagari Batu Payung mencatat 1,5 hektare.
Plt Kalaksa BPBD, Arie Pratama, menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah, TNI/Polri, relawan nagari, serta masyarakat setempat terus melakukan penanganan darurat.
Pembukaan akses jalan menjadi prioritas karena banyak titik vital penghubung antarnagari terhambat longsor dan amblas.
“Kami memaksimalkan alat berat yang tersedia serta menambah dukungan dari OPD terkait. Yang utama adalah menjamin kebutuhan pengungsi, memastikan jalur logistik tetap terbuka, serta mendirikan tiga posko,” ujar Arie.
Ia menambahkan bahwa BPBD masih melakukan kaji cepat lanjutan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Data bisa berubah sewaktu-waktu. Kami tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai,” pungkasnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia