Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Safni Soroti Lambannya Pendataan Kerugian Bencana di Limapuluh Kota

Arfidel Ilham • Selasa, 9 Desember 2025 | 10:30 WIB
DIPAPARKAN : Bupati Limapuluh Kota, Safni sedang melakukan evaluasi dan koordinasi penanggulangan bencana di Posko Bencana Kabupaten Limapuluh Kota, eks Kantor Bupati, Senin (8/12).
DIPAPARKAN : Bupati Limapuluh Kota, Safni sedang melakukan evaluasi dan koordinasi penanggulangan bencana di Posko Bencana Kabupaten Limapuluh Kota, eks Kantor Bupati, Senin (8/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Pendataan kerugian akibat bencana yang terjadi di Limapuluh Kota bergerak lamban. Sehingga butuh tambahan waktu pendataan hingga sepekan ke depan.

Kondisi ini mencerminkan lambatnya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu ditekankan Bupati Limapuluh Kota, Safni saat menggelar koordinasi penanggulangan bencana di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (8/12) pagi. 

“Harusnya kita sudah berjibaku dan berada ditengah-tengah masyarakat korban bencana alam. Lihat Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang setiap hari kita lihat berlumpur, bukti kepedulian dan empati untuk bisa menanggulangi bencana secara cepat,” ucap Bupati Limapuluh Kota, Safni bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Adanya selentingan informasi, sulitnya aparatur turun ke lapangan akibat minimnya biaya operasional ditepis Safni Sikumbang, sebagai bentuk kinerja yang lemah dan kepedulian yang sangat minim.

Sebab di saat terjadi bencana ini, aparatur dituntut untuk ikut berkorban berjuang mengikhlaskan tenaga dan pikiran untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. 

“Tidak ada alasan, semua harus turun, bantu masyarakat yang tertimpa musibah, lakukan pendataan secara cepat dan akurat. Sebab ini yang akan diusulkan nanti untuk bisa mendapatkan bantuan bencana dari pemerintah pusat. Kita prediksi kerugian akibat bencana mencapai angka Rp 1 triliun,” terang Bupati kepada Padang Ekspres. 

Dua kecamatan terparah alami bencana di Limapuluh Kota, Gunuang Omeh dan Bukit Barisan menjadi perhatian khusus Pemkab Limapuluh Kota. Hanya saja solusi dan upaya pendataan masih berjalan pelan.

Kendala komunikasi dan peralatan serta koordinasi dinilai masih lemah. Termasuk kesepakatan dan peran niniak mamak yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencarikan solusi. 

“Kita sayangkan lambatnya pergerakan, minimnya alat dan sarana pendukung seperti alat berat. Sebagai daerah dengan potensi bencana tinggi, kita hanya memiliki alat berat seadanya. Tapi ini tidak boleh jadi alasan, mari kita kerjakan yang bisa dilakukan untuk meringankan beban saudara yang tertimpa bencana,” sebut Safni yang meminta Camat Gunuang Omeh dan Camat Bukitbarisan lebih progresif. 

Menyinggung soal pentingnya relokasi pemukiman di Jorong Aie Angek, Kecamatan Gunuang Omeh pada kesempatan evaluasi dan koordinasi kemarin, Bupati meminta agar ini menjadi tugas serius Pemerintah Nagari untuk mencarikan tempat relokasinya.

Data Kerugian Bencana Sementara

Berdasarkan data kerugian bencana sementara yang dirangkum BPBD Kabupaten Limapuluh Kota hingga Minggu (7/12) jumlah kerugian akibat bencana alam yang terjadi sepanjang Jumat (21/11) lalu sebesar Rp 112.612.467.600.

Namun jumlah ini dinilai masih jauh dari kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan. Sehingga Bupati Limapuluh Kota, Safni meminta agar pendataan ril dengan hasil yang valid bisa segera dirampungkan. 

Merinci dampak bencana, BPBD merangkum data kerusakan mulai dari Kecamatan Gunuang Omeh yang dinilai mengalami kondisi terparah dengan kerusakan ratusan rumah dan hampir seribu jiwa warga terdampak, ditambah kerusakan akses transportasi, jalan, jembatan serta irigasi dan lahan pertanian. 

Kemudian kecamatan Bukit Barisan, Suliki, Guguak, Luak, Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban, Akabiluru, Kecamatan Mungka dan Kecamatan Harau.

Rinciannya bisa dilihat melalui grafis data sementara bencana Limapuluh Kota. Artinya ada 4 kecamatan yang tidak terdampak bencana di Limapuluh Kota berdasarkan data BPBD. 

Data sementara ini juga menunjukkan kerusakan 1 unit tempat ibadah, 2 unit tiang listrik, 6 titik irigasi, 9 unit jembatan rusak, 4 unit sekolah, 3 intake air bersih, 352 rumah, 2 huller, 78 titik jalan, 21 titik tebing sungai dan 102,8 hektar lahan pertanian serta ratusan meter persegi lahan perikanan. (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Pendataan Kerugian Bencana #bukit barisan #Safni #Suliki