Program ini mencakup pelatihan dan praktik kerja rutin setiap hari. Para WBP dibekali keterampilan meracik kopi, pelayanan konsumen, serta nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Salah seorang WBP, Ziko, mengatakan kegiatan tersebut memberikan dampak positif selama masa pembinaan.
“Kami belajar meracik kopi dengan benar dan melayani dengan sopan. Kegiatan ini juga melatih disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya.
Melalui program UMKM barista ini, Lapas Tanjung Pati berharap para WBP memiliki keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal membuka usaha atau bekerja secara profesional setelah bebas.(rid)
Editor : Hendra Efison