Tim yang dipimpin Taufik Wira Buana turun ke lokasi atas permintaan pemerintah daerah.
Pemeriksaan awal difokuskan pada pengumpulan data kondisi tanah, air, dan faktor geologi lain yang berpotensi memicu terjadinya sinkhole.
“Kami datang memenuhi permintaan pemerintah setempat untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi dengan fenomena sinkhole ini,” ujar Taufik, Jumat (9/1/2026).
Ia menyebutkan, kajian yang dilakukan masih bersifat rapid assessment dan belum merupakan pemeriksaan mendalam. Data awal akan dianalisis tim ahli di Bandung.
“Hasil pengambilan data ini akan kami bawa ke Bandung untuk dianalisis secara cepat. Kajian ini belum menyeluruh, namun bertujuan untuk menjawab fenomena yang terjadi,” jelasnya.
Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengapresiasi respons cepat ESDM dan Badan Geologi dalam menangani fenomena tersebut.
“Dengan kajian teknis dari Badan Geologi, diharapkan dapat menjawab spekulasi liar dan mengurangi kecemasan masyarakat. Hasil kajian ini nantinya menjadi acuan pemerintah daerah dalam langkah antisipatif,” kata Fajar.
Temuan Awal Mekanisme Sinkhole
Berdasarkan hasil pemeriksaan Rabu–Kamis (9/1/2026), sinkhole di lokasi termasuk tipe cover-collapse, yaitu runtuhan tiba-tiba pada lapisan tanah penutup yang menutupi rongga batugamping.
Rongga tersebut terbentuk oleh proses pelarutan batugamping akibat interaksi air hujan dan air tanah asam.
Ketika rongga melewati batas stabilitas, langit-langit runtuh dan tanah amblas secara vertikal.
Genangan air di dasar sinkhole mengindikasikan adanya hubungan dengan saluran air bawah tanah.
Lapisan penyusun tanah di lokasi terdiri dari lanau pasiran dan pasir lanauan berwarna kuning kecokelatan dengan plastisitas tinggi.
Di bawah lapisan itu diperkirakan terdapat batugamping Formasi Kuantan yang telah mengalami proses karstifikasi.
Rekomendasi Teknis Badan Geologi
Tim memberikan beberapa rekomendasi awal, antara lain:
- Sinkhole tidak disarankan untuk ditimbun tanpa rekayasa teknis khusus.
- Pemerintah diminta membuat zonasi area rentan sinkhole untuk dasar penataan ruang.
- Disarankan melakukan pemetaan geologi teknik, hidrogeologi, serta pendugaan geofisika seperti georadar, geolistrik, atau seismik untuk mengetahui kondisi rongga bawah tanah.
Kajian lanjutan akan dituangkan dalam laporan resmi setelah seluruh data teknis selesai dianalisis.(rid/cr7)
Editor : Hendra Efison