Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Isu “Air Keramat” di Lokasi Sinkhole Situjuah Diluruskan Ulama dan Pemerintah Nagari

Irfan R Rusli • Jumat, 9 Januari 2026 | 21:25 WIB

Sekretaris Nagari Situjuah, Firdaus (58), membantah isu bahwa pemasangan pipa di sinkhole bertujuan menyalurkan air untuk diambil warga. (Foto: Irfan/Padeks)
Sekretaris Nagari Situjuah, Firdaus (58), membantah isu bahwa pemasangan pipa di sinkhole bertujuan menyalurkan air untuk diambil warga. (Foto: Irfan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Ulama, pemerintah nagari, dan ninik mamak di Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, meluruskan isu “air keramat” yang viral di lokasi sinkhole dan meminta masyarakat tidak menyikapinya secara keliru demi menjaga akidah dan keselamatan.

Fenomena sinkhole yang muncul di wilayah tersebut menarik perhatian publik, termasuk warga yang mengambil air di sekitar lubang runtuhan tanah dan mempercayainya memiliki manfaat tertentu.

Ulama Nagari Situjuah, Taslim (69), menegaskan bahwa keyakinan terhadap air keramat tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

“Air itu air biasa, bukan air keramat. Jangan sampai akidah dan tauhid kita tergelincir hanya karena isu yang viral,” ujarnya, Kamis (9/1/2026).

Taslim mengatakan para ulama telah menyampaikan imbauan melalui masjid dan surau agar masyarakat menyikapi fenomena sinkhole dengan ilmu pengetahuan dan kewaspadaan.

Ia mengingatkan bahwa keramaian pengunjung juga berpotensi membahayakan. “Selain soal tauhid, ini juga soal keselamatan. Lokasi itu belum aman,” tegasnya.

Sekretaris Nagari Situjuah, Firdaus (58), membantah isu bahwa pemasangan pipa di sekitar sinkhole bertujuan menyalurkan air untuk diambil warga. Ia menyebut pemasangan pipa itu merupakan langkah teknis mengendalikan aliran air.

“Pipa itu dipasang agar air mengalir ke jalur yang tepat dan tidak menimbulkan genangan. Bukan untuk diambil, apalagi dikaitkan dengan hal-hal mistis,” katanya.

Firdaus menyebut semakin viralnya isu air keramat membuat kunjungan warga meningkat, termasuk dari luar daerah.

Pemerintah nagari berencana menggelar rapat koordinasi untuk menata kawasan, termasuk parkir, pedagang, sampah, dan ketertiban pengunjung.

Sementara itu, ninik mamak Nagari Situjuah, Indra Budi (59), menegaskan bahwa pihak adat sejalan dengan imbauan pemerintah dan ulama. “Tidak ada air keramat di lokasi sinkhole,” ujarnya.

Ia meluruskan isu terkait sumbangan dari pengunjung yang menurutnya bersifat sukarela dan akan digunakan untuk kebutuhan pengelolaan kawasan.

Indra menambahkan Badan Ulama Nagari Situjuah telah mengeluarkan edaran yang mengajak masyarakat menjaga tauhid dan tidak terjerumus pada keyakinan yang menyimpang.

“Kita jaga nagari bersama. Jangan terpengaruh isu yang tidak benar, jaga keselamatan, dan jaga iman,” katanya.(cr7)

Editor : Hendra Efison
#Air Keramat #Nagari Situjuah #sinkhole Situjuah Batua