Sejak pagi, warga dari berbagai jorong membersihkan lingkungan, menata akses jalan, dan mempersiapkan area utama upacara. Kegiatan diikuti oleh laki-laki, perempuan, dan generasi muda.
Wali Nagari Situjuah Batua, Emil (39), menyebut gotong royong tersebut sebagai upaya menjaga memori kolektif masyarakat terkait sejarah perjuangan nagari.
“Peringatan ini bukan acara seremonial semata, tetapi momentum untuk mengingat perjuangan dan menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda,” ujar Emil kepada Padang Ekspres.
Emil mengapresiasi keterlibatan warga tanpa paksaan dan menilai antusiasme masyarakat sebagai kekuatan utama kegiatan nagari.
“Semangat kebersamaan itu masih hidup di Situjuah Batua. Ini yang ingin terus kita jaga,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan juga mencakup penataan lokasi upacara, koordinasi pengamanan, serta kesiapan perangkat nagari dan panitia. Pemerintah nagari turut berkoordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda.
“Kami ingin peringatan pada 15 Januari nanti berlangsung lancar dan bermakna, tidak hanya bagi warga Situjuah Batua, tetapi juga bagi tamu yang hadir,” tambahnya.
Warga yang ikut gotong royong, Roni (45), menilai kegiatan tersebut sebagai wadah mempererat silaturahmi antarwarga. “Kalau gotong royong begini, rasa kebersamaan itu terasa. Kami jadi saling mengenal dan saling peduli,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Yuliana (38), yang menyebut kegiatan itu memberi pembelajaran bagi anak-anak. “Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana orang tua mereka menghargai sejarah dan bekerja bersama,” katanya.
Masyarakat berharap peringatan Peristiwa 15 Januari 2026 berjalan khidmat serta menjadi pengingat nilai persatuan, perjuangan, dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.(cr7)
Editor : Hendra Efison