Debit Air Menyusut, Wisata Kapalo Banda Taram Limapuluh Kota Mulai Sepi Pengunjung
Irfan R Rusli• Rabu, 4 Februari 2026 | 22:08 WIB
Debit air Bendungan Kapalo Banda Taram Limapuluh Kota menyusut, berdampak pada penurunan kunjungan wisata dan pendapatan pedagang di sekitar kawasan. (foto: irfan/padeks)Menyusutnya debit air Bendungan Kapalo Banda Taram berdampak pada turunnya kunjungan wisata dan pendapatan pedagang di Kabupaten Limapuluh Kota.
PADEK.JAWAPOS.COM—Debit air di Bendungan Tingkat Kapalo Banda Taram, Kabupaten Limapuluh Kota, menyusut dan mulai berdampak pada aktivitas wisata serta ekonomi warga sekitar, Rabu (4/1/2016).
Pantauan di lokasi menunjukkan aliran air yang biasanya mengalir penuh di setiap tingkat bendungan kini berkurang signifikan di sejumlah bagian.
Susunan bebatuan bendungan tampak lebih menonjol, sementara beberapa bagian terlihat kering sehingga mengurangi daya tarik visual kawasan wisata tersebut.
Kapalo Banda Taram selama ini menjadi tujuan wisata lokal sekaligus sumber penghidupan warga melalui aktivitas perdagangan kecil di sekitar lokasi.
Isan (22), pengunjung asal Payakumbuh, mengatakan kondisi bendungan kali ini berbeda dibanding kunjungan sebelumnya.
“Kalau airnya penuh kelihatan lebih hidup. Sekarang masih bisa dinikmati, tapi tidak seindah biasanya karena airnya surut di beberapa bagian,” ujar Isan.
Penurunan debit air juga berdampak pada pedagang di kawasan wisata.
Anto (37), pedagang minuman dan makanan ringan, mengaku jumlah pengunjung yang singgah dan berbelanja menurun.
“Biasanya kalau ramai jualan cepat habis. Sekarang pengunjung masih ada, tapi tidak sebanyak biasanya,” kata Anto.
Ia menyebut pendapatan harian ikut berkurang karena barang dagangan tidak lagi habis terjual.
Pantauan lapangan menunjukkan aliran air masih mengalir, namun tidak menutupi seluruh permukaan bendungan seperti biasanya.
Lumut yang sebelumnya terendam air terlihat mengering di beberapa bagian, menandakan kondisi surut telah berlangsung cukup lama.
Meski demikian, sejumlah pengunjung masih memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai dan berfoto dengan memilih sudut tertentu.
Warga berharap debit air kembali normal agar Kapalo Banda Taram kembali ramai dikunjungi dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. (CR7)