Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, Damar Fiddria Falla, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 04.15 WIB.
“Petugas tiba di lokasi pada pukul 04.23 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 06.50 WIB,” ujarnya.
Objek yang terbakar terdiri dari satu unit kedai kayu yang digunakan sebagai usaha pecel lele Lamongan sekaligus tempat tinggal, serta satu unit kedai kayu kosong yang berada di sampingnya.
Berdasarkan keterangan pemilik kedai pecel lele, Siti Nur Kholifah (25), api diduga berasal dari ledakan kecil di bagian standar PLN pada kedai kosong di sebelah tempat usahanya.
“Pemilik mendengar ledakan kecil dari arah standar PLN di kedai kosong. Saat api mulai membesar, ia langsung menghubungi Posko Damkar Mungka,” jelas Damar.
Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya.
Akibat peristiwa tersebut, kedua bangunan mengalami kerusakan berat. Kedai pecel lele yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal terdampak paling parah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Petugas berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian material akibat kebakaran ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar. (rid)
Editor : Adetio Purtama