Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Tiga menit kemudian, satu unit armada dari Posko Induk diberangkatkan ke lokasi yang berjarak kurang lebih enam kilometer.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, Fiddria Fala, menyampaikan petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 18.15 WIB. “Api berhasil dikendalikan dan proses pemadaman serta pendinginan selesai sekitar pukul 18.15 WIB,” ujarnya.
Api diduga pertama kali muncul dari bagian dalam rumah gadang milik Efrico (27), seorang wiraswasta. Kobaran api kemudian merambat ke bagian depan bangunan dan menjalar ke rumah permanen yang berada di dekatnya.
Warga melaporkan kejadian tersebut setelah melihat api membesar di kawasan permukiman padat. Luas area terbakar diperkirakan sekitar 175 meter persegi, dengan potensi terdampak lingkungan mencapai kurang lebih 1.800 meter persegi.
Sebanyak 21 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran. Tim terdiri dari Damkar Limapuluh Kota, Posko Mungka, serta dukungan Damkar Kota Payakumbuh.
Petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu pengamanan lokasi selama proses pemadaman berlangsung. Aparat memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga Minggu malam, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat. Warga diminta memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.(*)
Editor : Hendra Efison