PADEK.JAWAPOS.COM - Perjuangan guru Sekolah Dasar (SD) di Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, menjadi perhatian publik setelah video perjalanan mereka menuju sekolah viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat para guru harus berjibaku melewati jalan rusak parah demi menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.
Akses jalan yang dilalui masih berupa tanah bercampur batu napar yang licin. Kondisi semakin memburuk saat hujan turun, membuat jalan menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan roda dua. Tak jarang, para guru harus saling membantu mendorong sepeda motor yang terperosok atau tergelincir.
Jalan penghubung antara Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Kapur IX itu memiliki panjang sekitar 13 kilometer. Namun, lebih dari satu kilometer di antaranya masih berupa jalan tanah berbatu dengan aliran air di tengah badan jalan, sehingga memperparah tingkat kesulitan saat dilintasi.
Baca Juga: Persis Solo vs Semen Padang FC: Susunan Pemain dan Prediksi Laga BRI Super League 2026
Meski harus menghadapi risiko setiap hari, semangat para guru tidak surut. Mereka tetap berangkat mengajar demi memenuhi tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Video yang memperlihatkan perjuangan tersebut menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai kondisi ini mencerminkan masih kurangnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah terpencil. Padahal, berbagai usulan perbaikan jalan telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan.
Wali Nagari Maek Efrizal Hendri saat dikonfirmasi membenarkan kondisi jalan tersebut. Ia menyebut, ruas jalan itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota karena menghubungkan dua kecamatan, yakni Bukit Barisan dan Kapur IX.
“Panjang jalan sekitar 13 kilometer, namun yang masih berupa tanah dan bebatuan lebih dari satu kilometer. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak nagari telah berulang kali mengusulkan perbaikan, namun hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, jalan tersebut tidak hanya menjadi akses utama masyarakat, tetapi juga jalur vital bagi para guru dan pelajar.
Efrizal berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk segera memperbaiki kondisi jalan tersebut.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah, agar akses masyarakat lebih baik dan para guru tidak lagi menghadapi kesulitan seperti sekarang,” tutupnya. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril