Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bangun Masyarakat Tangguh dan Siaga Bencana

Syamsu Ridwan • Senin, 27 April 2026 | 11:00 WIB
Pemkab Limpauluh Kota menggelar Apel Gabungan Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati, Minggu (26/4). (SY RIDWAN/PADEK)
Pemkab Limpauluh Kota menggelar Apel Gabungan Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati, Minggu (26/4). (SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan daerah menghadapi ancaman alam.

Hal ini ditandai dengan digelarnya Apel Gabungan Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati, Minggu (26/4).

Bertindak sebagai Pembina Apel, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alfian mengingatkan secara geografis, Kabupaten Limapuluh Kota berada di zona rawan. Potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) senantiasa mengintai.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD, melainkan tanggung jawab kolektif sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007. Kita perlu sinergi yang kuat, baik dari kesiapan personel maupun ketersediaan sarana dan prasarana,” ujar Alfian saat membacakan amanat.

Pantauan di lokasi, apel tersebut diikuti oleh ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, BPBD, ASN, hingga perwakilan pelajar. Hadir pula unsur Forkopimda, di antaranya perwakilan dari Polres 50 Kota yang dipimpin Kasubbag Binops Bagops AKP Noviandri, Polres Payakumbuh, Kodim 0306/50 Kota, dan Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Mengusung tema “Siap untuk Selamat”, peringatan HKB tahun ini menekankan pada pentingnya latihan kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Dalam rangkaian apel, seluruh peserta juga membacakan Ikrar Kesiapsiagaan Bencana sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas merespons situasi darurat.

Alfian menambahkan, momentum HKB harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak lengah. Budaya sadar bencana harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan komunitas lokal.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek, tapi subjek yang tangguh dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Latihan secara berkala adalah kunci untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB tersebut berakhir pada pukul 10.00 WIB dalam suasana kondusif. (rid) 

Editor : Adriyanto Syafril
#Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) #HKB #siaga bencana