Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Batang Sandir Meluap di Limapuluh Kota, Sawah Siap Panen Rusak dan Pipa Air Bersih Putus

Arfidel Ilham • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:39 WIB
Luapan Batang Sandir di Limapuluh Kota merusak sawah siap panen, memutus pipa air bersih, dan memicu kerugian warga. Terlihat kondisi hingga Jumat (15/5/2026).
Luapan Batang Sandir di Limapuluh Kota merusak sawah siap panen, memutus pipa air bersih, dan memicu kerugian warga. Terlihat kondisi hingga Jumat (15/5/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Luapan Sungai Batang Sandir di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, merusak sawah siap panen, memutus pipa air bersih Pamsimas, dan menghancurkan lubuk ikan larangan sejak Rabu (13/5/2026).

Hingga Jumat (15/5/2026), debit Sungai Batang Sandir yang berhulu di Kabupaten Tanahdatar itu masih tinggi, deras, dan berwarna cokelat akibat hujan lebat yang terus mengguyur kawasan tersebut.

Penjabat Wali Nagari Tungkar, Syafriwan, mengatakan banjir menyebabkan kerusakan serius terhadap fasilitas umum dan lahan pertanian warga.

“Luapan Batang Sandir memutus pipa Pamsimas untuk ratusan rumah warga, merusak lubuk ikan larangan Pokmawas Pondam, dan merendam sawah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Semen Padang FC Dibantai Persebaya 0-7, Bruno Paraiba Cetak Hattrick di Haji Agus Salim

Sejumlah petani mengalami kerugian besar karena padi yang tinggal menunggu masa panen ikut terendam banjir.

“Seminggu lagi padi kami mau dipanen, tapi datang banjir dan habis semua,” kata petani Efa dan Yusni Ancok.

Selain di Jorong Sawahlaweh, hujan deras juga memicu bencana di Jorong Taratak, Jorong Sialang, dan Jorong Dalam Nagari. Akibatnya, jalan kabupaten amblas, akses jalan pertanian tertutup longsor, dan halaman rumah warga rusak.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, mendesak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota segera menetapkan status tanggap darurat bencana.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi telah meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai kecamatan.

Baca Juga: Operasi Balap Liar di Padang Amankan 14 Kendaraan, Polisi Kejar Pelaku hingga Dini Hari

“Status tanggap darurat penting agar penggunaan dana Biaya Tak Terduga sebesar Rp2,5 miliar dapat segera dilakukan untuk penanganan cepat,” katanya.

Fajar juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V kembali melakukan normalisasi Batang Sandir untuk mengurangi risiko banjir susulan.

“Wilayah yang sudah dinormalisasi dua tahun lalu relatif aman. Sedangkan area yang belum dinormalisasi mengalami kerusakan cukup parah,” tambahnya.

Banjir Batang Sandir kini tidak hanya mengancam lahan pertanian warga, tetapi juga mengganggu pasokan air bersih dan aktivitas ekonomi masyarakat Nagari Tungkar.(*)

Editor : Hendra Efison
#Batang Sandir #pipa Pamsimas putus #banjir Limapuluh Kota #sawah terendam banjir #Nagari Tungkar