LIMAPULUH KOTA, PADEK.JAWAPOS.COM — PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh membuka peluang implementasi electric truck untuk industri batu split di Kabupaten Limapuluh Kota dengan potensi efisiensi biaya operasional hingga 70 persen dibanding kendaraan berbahan bakar diesel. Langkah tersebut menjadi bagian percepatan transformasi energi bersih sekaligus penguatan daya saing industri daerah di tengah tingginya biaya bahan bakar.
Upaya pengembangan kendaraan listrik sektor industri itu dibahas dalam kunjungan strategis dan diskusi bisnis antara PLN UP3 Payakumbuh, PLN ULP Limapuluh Kota, PT Atika Tunggal Mandiri, dan Asosiasi Stand Cluster Kabupaten Limapuluh Kota pada 11 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Asman Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Payakumbuh bersama tim, Manager PLN ULP Limapuluh Kota beserta jajaran, perwakilan PT Atika Tunggal Mandiri Miko, serta Ketua Asosiasi Stand Cluster Kabupaten Limapuluh Kota, Alfianto.
Asosiasi itu menaungi tujuh stand cluster pengolahan batu split yang selama ini masih mengandalkan armada berbahan bakar fosil untuk mendukung distribusi material operasional industri.
Industri pengolahan batu split di Kabupaten Limapuluh Kota sendiri menjadi salah satu sektor penunjang kebutuhan material konstruksi di Sumatera Barat.
Namun, tingginya biaya bahan bakar armada distribusi masih menjadi tantangan utama pelaku usaha dalam menjaga efisiensi operasional dan stabilitas biaya produksi.
Electric Truck Dinilai Lebih Hemat dan Rendah Emisi
Dalam diskusi tersebut, PLN menawarkan solusi transisi energi melalui pemanfaatan electric truck sebagai alternatif kendaraan operasional industri yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.
PLN juga memaparkan kesiapan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari dukungan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), layanan kelistrikan yang andal, hingga peluang efisiensi biaya energi bagi pelaku industri.
Baca Juga: Saksi Sebut Pasar Sungaibatang sempat Berfungsi Baik, Ahli Soroti Hak Tersangka
Berdasarkan hasil pembahasan, penggunaan electric truck diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 70 persen dibanding kendaraan konvensional berbahan bakar diesel.
Efisiensi tersebut dinilai menjadi daya tarik utama bagi pelaku industri batu split yang selama ini menghadapi tingginya biaya operasional distribusi.
Jika implementasi electric truck berjalan optimal, pelaku industri diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga BBM sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi material secara berkelanjutan.
Manager PLN UP3 Payakumbuh, Yessi Indra, mengatakan PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi energi di berbagai sektor usaha dan industri masyarakat.
“PLN siap mendukung kebutuhan kelistrikan dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami berharap implementasi electric truck dapat menjadi solusi efisiensi operasional sekaligus mendukung industri yang lebih ramah lingkungan,” ujar Yessi Indra.
Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik di sektor industri juga menjadi langkah penting untuk mempercepat penggunaan energi bersih dan menekan emisi karbon di daerah.
PLN Targetkan Limapuluh Kota Jadi Percontohan EV Industri di Sumbar
Di tempat terpisah, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menegaskan PLN terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sektor industri guna mempercepat adopsi energi bersih dan mendukung target dekarbonisasi nasional.
Ia menyebut kolaborasi bersama pelaku industri batu split di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi langkah strategis dalam menciptakan operasional usaha yang lebih efisien, kompetitif, dan rendah emisi.
Baca Juga: 9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki
“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian penting dari transformasi energi yang saat ini terus didorong PLN. Kami menyambut baik kolaborasi bersama pelaku industri di Kabupaten Limapuluh Kota sebagai langkah strategis dalam menciptakan operasional usaha yang lebih efisien, kompetitif, dan rendah emisi,” ungkap Ajrun Karim.
Ajrun menambahkan, PLN siap menghadirkan layanan kelistrikan yang andal guna mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Barat. Menurutnya, implementasi electric truck di sektor industri pengolahan batu split berpotensi menjadi model pengembangan kendaraan listrik industri di daerah lain.
PLN optimistis sinergi tersebut dapat menjadi pintu masuk pengembangan kendaraan listrik sektor industri di Sumatera Barat sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem industri yang lebih modern, efisien, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.(*)
Editor : Hendra Efison