LIMAPULUH KOTA, PADEK.JAWAPOS.COM– Sebuah mobil terjun ke jurang sedalam sekitar 40 meter di kawasan Flyover Kelok Sembilan, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (4/7/2026) sore. Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban yang dilaporkan masih berada di dalam kendaraan.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Hendri, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Medan yang curam membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan prosedur khusus.
"Mobil masuk ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 40 meter. Sampai saat ini korban belum bisa dievakuasi karena kondisi medan yang cukup sulit," kata Hendri, Sabtu malam.
Informasi mengenai kecelakaan pertama kali diterima Kantor SAR Padang dari Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Roni, pada pukul 17.46 WIB. Tujuh menit kemudian, lima personel Rescuer Pos SAR Limapuluh Kota diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan koordinat yang diterima, lokasi kecelakaan berada di kawasan Flyover Kelok Sembilan dengan jarak sekitar 30,5 kilometer dari Pos SAR Limapuluh Kota atau sekitar 45 menit perjalanan darat.
Evakuasi Gunakan Peralatan Khusus
Hendri mengatakan kedalaman jurang dan kontur tebing yang terjal menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan. Karena itu, tim membawa perlengkapan khusus untuk menjangkau lokasi kendaraan.
Peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit truk personel, perangkat ekstrikasi untuk mengeluarkan korban dari kendaraan, perlengkapan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, serta perangkat komunikasi lapangan.
"Karena kedalaman jurang cukup ekstrem, kami menyiapkan peralatan mountaineering dan ekstrikasi. Keselamatan korban dan personel menjadi prioritas dalam operasi ini," ujarnya.
Selain faktor medan, tim juga harus memastikan proses penurunan personel ke dasar jurang berlangsung aman sebelum melakukan evakuasi kendaraan maupun korban.
Hingga berita ini ditulis, identitas korban belum dapat dipastikan. Tim di lapangan masih memusatkan perhatian pada proses evakuasi sehingga pendataan korban belum dapat disampaikan secara lengkap.
"Data korban masih kami tunggu. Fokus utama tim saat ini adalah melakukan evakuasi terlebih dahulu," kata Hendri.
Cuaca Cerah, Medan Tetap Jadi Kendala
Menurut Hendri, kondisi cuaca saat operasi berlangsung relatif mendukung. Langit cerah dengan kecepatan angin sekitar tiga knot sehingga tidak menghambat aktivitas penyelamatan.
Meski demikian, karakteristik kawasan Kelok Sembilan yang dipenuhi tikungan tajam, tebing curam, dan jurang dalam membuat setiap tahapan evakuasi harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.
Ia memastikan Kantor SAR Padang akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan operasi penyelamatan setelah tim berhasil menjangkau titik lokasi kendaraan.
Hendri juga mengimbau pengendara yang melintasi jalur Kelok Sembilan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi tikungan dan jalur yang berbatasan langsung dengan jurang.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati ketika melintas di kawasan Kelok Sembilan. Jalur ini memiliki kontur yang menantang sehingga membutuhkan konsentrasi penuh saat berkendara," ujarnya.
Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan upaya penyelamatan terhadap korban yang berada di dalam mobil yang terjun ke jurang tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison