Model Desa Sehat Ramah Anak Didorong melalui Integrasi UKS dan Jajanan Sehat

Eka Karjoni • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Universitas Mercubaktijaya mengembangkan Model Desa Sehat Ramah Anak melalui integrasi UKS dan usaha kreatif jajanan sehat berbasis kearifan lokal di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Universitas Mercubaktijaya mengembangkan Model Desa Sehat Ramah Anak melalui integrasi UKS dan usaha kreatif jajanan sehat berbasis kearifan lokal di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

PADEK.JAWAPOS.COM— Universitas Mercubaktijaya mendorong pengembangan Model Desa Sehat Ramah Anak melalui integrasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan usaha kreatif jajanan sehat berbasis kearifan lokal di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Program tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Model Desa Sehat Ramah Anak melalui Integrasi UKS Sekolah Dasar dan Usaha Kreatif Jajanan Sehat Berbasis Kearifan Lokal”.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dengan ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan. Pelaksanaannya melibatkan tim pengabdi lintas disiplin dari Universitas Mercubaktijaya dan Universitas Andalas Padang.

Kegiatan dibuka Camat Lareh Sago Halaban, Wahyu Marmora. Hadir pula Wali Nagari Balai Panjang Idris, SH, Ketua PKK Balai Panjang Sasmita, S.Pd, Kepala SDN 03 Balai Panjang Yendriati, S.Pd, serta perangkat pemerintah terkait.

Integrasi UKS dan Jajanan Sehat

Ketua tim pelaksana Mitayani, SST., M.Biomed., Ph.D bersama anggota Eka Putri Primasari, SKM., M.Kes., Dr. Syahrial, M.Biomed., dan Lilik Suhery, M.Kom., mengembangkan model pemberdayaan yang menggabungkan penguatan UKS dengan pengembangan usaha kreatif jajanan sehat.

Program tersebut memanfaatkan potensi dan kearifan lokal untuk menyediakan pangan yang sehat, aman, dan bernilai gizi bagi anak usia sekolah.

Melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi dan inovasi, kegiatan diarahkan untuk membangun lingkungan desa yang sehat, ramah anak, dan berkelanjutan.

Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam menerapkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menyediakan jajanan sehat bagi anak sekolah.

Libatkan Sekolah dan Masyarakat

Integrasi UKS dan usaha kreatif jajanan sehat diharapkan dapat mempertemukan aspek kesehatan anak dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Program pengabdian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara akademisi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat diarahkan untuk membangun model desa sehat yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Tahun Anggaran 2026.(*)

Editor : Hendra Efison
jajanan sehat Model Desa Sehat Ramah Anak UKS sekolah dasar Universitas Mercubaktijaya Balai Panjang