Kulit Jeruk Jerman di Andiang Diolah Jadi Keripik, UNP Kenalkan Teknologi Vacuum Frying

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB
Tim Pengabdian UNP memperkenalkan teknologi vacuum frying untuk pemanfaatan kulit jeruk Jerman kepada masyarakat Nagari Andiang, Limapuluh Kota.
Tim Pengabdian UNP memperkenalkan teknologi vacuum frying untuk pemanfaatan kulit jeruk Jerman kepada masyarakat Nagari Andiang, Limapuluh Kota.

PADEK.JAWAPOS.COM– Kulit jeruk Jerman yang selama ini belum banyak dimanfaatkan diperkenalkan sebagai bahan keripik melalui teknologi vacuum frying di Jorong Padang Bungo, Nagari Andiang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Inovasi tersebut diperkenalkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan yang digelar pada 15 September 2026.

Gagasannya adalah mengolah bagian kulit buah menjadi produk pangan sehingga pemanfaatan komoditas jeruk di Nagari Andiang dapat dikembangkan lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, Dra. Lucy Fridayati menjelaskan teknologi vacuum frying sebagai salah satu alternatif teknologi pengolahan pangan, khususnya untuk pengembangan produk berbahan dasar buah.

Masyarakat diperkenalkan pada prinsip dasar teknologi, proses pengolahan, hingga peluang penerapannya untuk menghasilkan produk keripik.

Salah satu bahan yang diperkenalkan adalah kulit jeruk Jerman yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan.

Jeruk merupakan salah satu komoditas yang terdapat di Nagari Andiang.

Melalui inovasi pengolahan, bagian buah yang belum banyak dimanfaatkan dapat diarahkan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Mike Triani, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan teknologi dalam pengolahan produk berbasis jeruk. Gagasan pemanfaatan kulit jeruk Jerman menjadi keripik diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terhadap peluang inovasi dan pengembangan produk,” ujar Mike.

Menurut tim pengabdian, inovasi pengolahan bahan pangan dapat menjadi salah satu cara meningkatkan pemanfaatan suatu komoditas.

Bagian buah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat dikaji kembali potensinya melalui penerapan teknologi yang sesuai.

Kegiatan berlangsung interaktif. Masyarakat berdiskusi dengan pemateri dan tim pengabdian mengenai teknologi vacuum frying, pemanfaatan kulit jeruk Jerman, serta peluang pengembangan produk olahan berbasis jeruk.

Wali Nagari Andiang, Gusfialdi, dan Kepala Jorong Padang Bungo, Ridho Pratama, turut mendukung kegiatan tersebut.

Tim pengabdian berharap sinergi perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat dapat berlanjut dalam pengembangan potensi lokal.

Gagasan keripik kulit jeruk Jerman ini diharapkan menjadi salah satu alternatif yang dapat dikaji dan dikembangkan lebih lanjut sebagai produk olahan dan oleh-oleh khas Nagari Andiang.(*)

Editor : Hendra Efison
Lima Puluh Kota Kulit Jeruk Jerman Vacuum Frying Universitas Negeri Padang Nagari Andiang