PADEK.JAWAPOS.COM – Kerusakan Jalan Luruih Sawah Bandang di Jorong Tanjung Pati, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, semakin parah, Selasa (6/10/2026).
Badan jalan yang ambruk sehari sebelumnya kini mengalami kerusakan lebih luas. Lubang semakin besar, disertai retakan dan bagian jalan yang kembali runtuh.
Kondisi tersebut membuat akses kendaraan untuk sementara ditutup. Garis polisi juga dipasang di sekitar lokasi untuk mengamankan badan jalan yang mengalami kerusakan.
Jalan Ambruk Setelah Hujan Lebat
Warga Jorong Tanjung Pati, Dori Ardinal (36), mengatakan kerusakan jalan bermula setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Minggu malam.
Menurut Dori, hujan membuat aliran sungai yang menjadi pembuangan air dari Nagari Gurun, membesar. Aliran tersebut kemudian mencari jalur baru hingga berdampak pada badan jalan.
Pada Senin (5/10/2026) siang, badan jalan tiba-tiba ambruk. Saat pertama kali terjadi, kerusakan belum sebesar kondisi pada Selasa.
"Kalau tiap tahun banjir memang ada, tapi biasanya tidak sampai ke jalan, hanya di tepi saja. Kemarin jalan ini langsung ambruk. Awalnya tidak sebesar sekarang, hari ini lubangnya makin besar," ujar Dori.
Warga Khawatir Kerusakan Makin Meluas
Jalan tersebut merupakan jalan utama kabupaten yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pemerintah juga telah meninjau lokasi, di antaranya kepala dinas, kepala bidang PUPR, serta BPBD.
Namun, waktu perbaikan belum diketahui secara pasti. Menurut Dori, penanganan akan dilakukan secepatnya setelah menunggu surat dari bupati.
"Katanya secepatnya, menunggu surat bupati," katanya.
Warga lainnya, Rinaldi (48), berharap perbaikan segera dilakukan karena jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat Jorong Tanjung Pati.
Ia juga mengkhawatirkan badan jalan kembali ambruk dan kerusakan semakin melebar jika penanganan tidak segera dilakukan.
"Harapannya secepatnya diperbaiki karena ini jalan utama kami. Kemungkinan jalan ini bisa bertambah lebar ambruknya. Baru kemarin saja sudah bertambah, sudah ada lubang baru yang besar," ujarnya. (mg8)
Editor : Hendra Efison