Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Di Balik Aromanya yang Menyengat, Ini 5 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Jufri Jao • Sabtu, 27 Juni 2026 | 03:37 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jengkol dikenal sebagai salah satu bahan pangan khas dengan aroma yang kuat dan cita rasa yang khas. Di balik baunya yang menyengat, je­ng­kol ternyata menyimpan berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, konsumsi berlebihan atau pengolahan yang kurang tepat juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada ginjal.

Selain di Indonesia, jengkol juga ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Jengkol dapat dikonsumsi mentah maupun diolah menjadi beragam hidangan, se­­perti jengkol balado, semur jengkol, hingga jengkol goreng.

Kandungan Nutrisi Jengkol

Dalam 100 gram jengkol mentah terkandung sekitar:

Selain itu, jengkol juga me­ngandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.

Manfaat Jengkol bagi Kesehatan

1. Menjaga daya tahan tubuh

Salah satu kandungan utama dalam jengkol adalah vitamin C. Kandungan ini membantu meningkatkan produksi dan fungsi sel darah putih sehingga tubuh lebih terlindungi dari infeksi dan daya tahan tubuh tetap terjaga.

2. Melancarkan buang air besar

Jengkol matang dipercaya dapat membantu mengatasi sembelit atau konstipasi. Kan­dungan air dan serat di dalamnya membantu melunakkan tinja sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.

3. Membantu mengendalikan tekanan darah

Kandungan kalium pada je­­ngkol dinilai baik untuk mem­bantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Makanan tinggi kalium diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.

Meski demikian, konsumsi jengkol tidak dapat menggantikan pengobatan medis. Selain itu, jengkol sebaiknya tidak diolah dengan cara digoreng berlebihan atau ditambahkan terlalu banyak garam.

4. Membantu mengontrol kadar gula darah

Kandungan kalium dan serat dalam jengkol dapat mendukung kerja insulin serta memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh. Karena itu, jengkol dinilai berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah. Namun, bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan sesuai anjuran dokter .

5. Berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis

Vitamin C dan senyawa fenolik dalam jengkol berperan se­bagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Kandungan tersebut juga terus diteliti terkait potensinya dalam menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker.

Meski memiliki sejumlah manfaat, konsumsi jengkol saja tidak cukup untuk mencegah maupun mengobati penyakit. Penelitian mengenai efektivitas jengkol terhadap kesehatan masih terus dikembangkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengonsumsi Jengkol

Jengkol tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan asam jengkolat di dalamnya berisiko memicu gangguan pada ginjal maupun saluran kemih. Asam jengkolat dapat membentuk kristal di ginjal atau saluran kemih. Kondisi ini dikenal sebagai kejengkolan dan menjadi salah satu pen­yebab gangguan ginjal yang cukup sering ditemukan.

Gejalanya menyerupai ba­tu ginjal atau batu kandung kemih, seperti nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, mual, muntah, nyeri pinggang, hingga tidak bisa buang air kecil.

Sebagai pertolongan awal, di­sarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu pengeluaran asam jengkolat melalui urine. Namun, jika keluhan berlanjut atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. (*/juf)

Editor : Adriyanto Syafril
#manfaat jengkol #kandungan gizi jengkol #manfaat jengkol bagi kesehatan #efek samping jengkol #bahaya konsumsi jengkol berlebihan