Sabarial, 33, salah seorang pemilik kendaraan roda dua di Tuapejat mengatakan, jangankan di SPBU, para pengecer BBM tidak lagi menyediakan BBM jenis premium. Hanya beberapa pengecer yang masih menyediakan premium.
“Dari atas kilometer 5, baru saya bisa mendapatkan bensin di pengecer yang ada di kilometer 2. Biasanya, tidak sesulit ini mendapatkan bensin,” ungkapnya.
Harga jual bensin per liter di pengecer atau ketengan masih seperti biasa. Yakni kisaran Rp 9 ribu per liter hingga Rp 10 ribu per liter. Mesti terjadi kelangkaan, namun harga belum terjadi kenaikan.Sementara itu, Pardede, salah seorang tenaga kontrak di Tuapejat mengatakan dirinya terpaksa membeli BBM jenis Pertalite yang tersedia di pengecer. Sebab, BBM jenis premium sudah tidak lagi tersedia.
“Dari pada tidak ada bahan bakar, lebih baik dibeli saja. Takutnya, stok BBM habis sama sekali. Informasi yang saya dari pengecer di kilometer 4, bahwa BBM masih dalam perjalanan,” ungkapnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag dan UMKM Kepulauan Mentawai, Ananias mengatakan penyebab kelangkaan BBM karena keterlambatan pengiriman dari Padang. Dia mengatakan, hari ini, (kemarin, red) BBM sudah masuk ke Tuapejat.
Hal senada juga disampaikan, Andre Satoko pemilik SPBU Kompak di Tuapejat. Dia mengatakan, keterlambatan pengiriman karena terkait armada kapal yang beroperasi hanya satu unit.
“Memang sempat terjadi kelangkaan beberapa titik. Hari ini kapal pengangkut BBM masuk jam 12 siang tadi di dermaga Tuapejat. Untuk BBM jenis premium 100 kiloliter, pertalite 4 kiloliter, solar 20 kiloliter,” pungkasnya. (rif) Editor : Novitri Selvia