Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kepulauan Mentawai, Brandus Simanjuntak kepada wartawan, Minggu, (14/8). Dia mengatakan, saat ini ada 6 kegiatan yang tengah proses tender cepat di LPSE Kepulauan Mentawai.
”Awalnya, ada 126 paket, namun berubah menjadi 124 paket karena ada revisi RUP disebabkan nilai kegiatan tidak masuk kategori tender. Dari 124 kegiatan, total yang sudah lelang 101 kegiatan. Saat ini, ada 6 kegiatan yang sedang proses tender di LPSE Kepulauan Mentawai. Satu kegiatan sudah dinyatakan gagal tender,” ungkapnya.
Menurut dia, 6 kegiatan yang sedang proses tender tersebut, berkaitan dengan jasa konsultasi konstruksi dan jasa konstruksi di bawah Rp 1 miliar. Menurut dia, bagaimana pihak kegiatan mampu melakukan pengendalian kontrak jika sudah terkontrak hingga mendekati akhir tahun.
Untuk total anggaran APBD sebanyak 124 paket tersebut mencapai Rp 141,5 miliar. Menurut dia, tahapan dan hasil tender dapat di lihat langsung melalui website lpse.mentawaikab.go.id. Sisa pekerjaan yang belum tender sendiri, kata dia, belum masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa sekretariat daerah Kepulauan Mentawai.
Menyikapi terkait masih adanya kegiatan yang tengah proses tender hingga bulan 8 tahun 2022 di Kepulauan Mentawai dan kemungkinan pekerjaan bisa gagal atau tidak selesai hingga akhir tahun.
Plt Sekkab Kepulauan Mentawai, Rinaldi yang dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Minggu, (14/8) mengaku akan meneruskan informasi tersebut ke bagian pengadaan. (rif) Editor : Novitri Selvia