Fahmi, 39, warga Desa Sioban, Rabu, (4/1) mengatakan kondisi matinya jaringan telekomunikasi seluler di Desa Sioban sudah berlangsung semenjak satu bulan belakangan. Dia mengatakan, sampai saat ini, masyarakat berkomunikasi terpaksa menumpang ke rumah tetangga atau perkantoran yang memiliki akses internet dari Telkom.
“Sampai sekarang, masyarakat Sioban sulit untuk berkomunikasi dengan kerabat di luar Mentawai. Satu-satunya, akses telekomunikasi yang bisa digunakan masyarakat terpaksa menumpang ke fasilitas internet tetangga atau perkantoran untuk berkomunikasi melalui aplikasi media sosial,” ujarnya.
Rahmat Saputra, 39, warga Sioban lainnya, menilai kondisi terputusnya akses telekomunikasi ini menjadikan masyarakat Sioban yang juga minim transportasi seolah terisolir. Padahal, kata dia, Sioban salah satu ibukota kecamatan tertua sebelum pemekaran Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Menurut dia, Desa Sioban semenjak pemekaran Kabupaten Kepulauan Mentawai seolah menjadi kota mati. Aktifitas perekonomian masyarakat juga seperti terhenti.
“Apapun kondisinya yang jelas masyarakat tentunya, berharap akses telekomunikasi bisa kembali normal. Kasihan kita dengan masyarakat. Apalagi sekarang, sudah memasuki musim panen cengkih. Tentunya, masyarakat butuh informasi perkembangan harga cengkih di pasaran,” ujarnya.
Camat Sipora Selatan, Yusuf Hadi Sumarto mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari teknisi tower Telkomsel Sioban, Leonardo, bahwa, kondisi tower Telkomsel tengah dalam upgrade atau peningkatan kapasitas pemancar. Namun, terkait ditanyakan, kenapa signal telekomunikasi yang hampir sebulan tidak berfungsi, hal itu bukan menjadi kapasitasnya.
“Kalau signal nggak ada, silakan tanya ke Telkomsel, bukan wewenang mitratel, katanya kepada saya. Ini komunikasi saya dengan Leonardo,” kata mantan Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kepulauan Mentawai tersebut.
Di samping itu, saat ini, pihak mitratel sendiri, sebagai vendor Telkomsel juga tengah menunggu tim pusat untuk mengaktifkan upgrade. Namun, menurut dia, semestinya, proses upgrade tidak mengganggu akses signal telekomunikasi.
Kalau pun itu terjadi, semestinya, lanjut dia, pihak Telkomsel atau vendor lainnya mesti segera mengoperasikan kembali signal telekomunikasi tersebut.
Sementara itu, Engineer Cluster Productivity Padang Telkomsel, Yurianda Syahputra Pane menyebutkan saat ini tower Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, sedang tahap intergrasi perangkat.
“Terkait penyediaan jaringan Telkomsel di lokasi tersebut, saat ini dalam tahap integrasi perangkat yang dijadwalkan akan selesai dalam beberapa pekan mendatang. Semoga dapat menjadi solusi akan kebutuhan telekomunikasi bagi masyarakat di wilayah Sioban," katanya.
Ia menambahkan, Telkomsel selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk hingga ke pelosok negeri. (rif/rid) Editor : Novitri Selvia