Pekerjaan tower dengan tipe triangel atau tiga kaki tersebut, memiliki ketinggian lebih kurang 30 meter. Sekarang menunggu aktif pada sistemnya.
Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo Kepulauan Mentawai, Samuel, Selasa (10/1) mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi dari konsorsium pelaksana kapan tower tersebut beroperasi. Namun dia mengatakan tower BTS tersebut, nantinya akan didukung dengan perangkat 4G seperti tower BTS lainnya yang ada di Kepulauan Mentawai.
“Untuk kepastian selesainya kita masih belum dapat informasi dari konsorsium pelaksana. Nantinya, tower BTS ini akan melayani 4G. Seperti tower BTS lainnya yang ada di Kepulauan Mentawai, seperu tower di Bose, desa Muara Sikabaluan, Subelen, dan Rokdok yang dilayani XL,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, kawasan Dusun Baganlelet, Desa Sioban merupakan salah satu kawasan perkampungan yang masih blank spot. Untuk telekomunikasi warga, harus mencari daerah yang memiliki sinyal telekomunikasi seperti di daerah Sioban.
Sayangnya, sekarang, lanjut dia, di Sioban sendiri akses telekomunikasi melalui tower Telkomsel Sioban. Keberadaan tower ini nantinya, sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk berkomunikasi melalui seluler.
Selain sebagai salah satu sarana penunjang informasi, juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat. Terutama dalam hal untuk mengetahui harga komoditi pertanian di pasaran.
Di samping itu, juga menjadi sarana komunikasi bagi masyarakat dengan sanak keluarga yang ada di dalam maupun luar Mentawai. Sebelumnya, Rabu (4/1) kondisi pembangunan tower di lokasi seluas lebih kurang 6 meter x 6 meter tersebut tidak terlihat ada aktifitas pekerjaan.
Kondisi stik atau potongan tower juga baru terpasang satu stik. Namun, berselang dua hari berikutnya, setelah pemberitaan Padang Ekspres Kamis (5/1) pekerjaan tersebut, akhirnya dilanjutkan hingga pemasangan menjadi sembilan stik dengan total sebanyak 10 stik. Kemudian, juga kawat sling skor tower, juga tuntas dikerjakan. (rif) Editor : Novitri Selvia