Novri, 40, salah seorang pengunjung wisata Pantai Jati yang ditemui wartawan beberapa waktu lalu, mengatakan, bahwa sangat disayangkan akses menuju kawasan wisata yang belum kondusif. Padahal, kata dia, pantai Jati menjadi salah satu icon yang digadang-gadangkan di Mentawai.
“Pariwisata kita di Mentawai masih sangat jauh tertinggal. Akses menuju lokasi wisata saja, belum kondusif. Bagaimana, kita mau berbicara mengembangkan wisata berbasis ekowisata,” ungkapnya.
Menurut dia, salah satu penunjang wisata, yakni, akses menuju lokasi wisata yang mudah dijangkau. Nah, sekarang saja, kata dia, jarak dari pelabuhan menuju pantai Jati lebih kurang 1,5 kilometer saja belum bisa diperbaiki.
Redi, 36, salah seorang warga pantai Jati mengatakan, bahwa, akses ke Pantai Jati sebagai salah satu icon desa Tuapejat belum mendapat perhatian. Padahal, kata dia, jika ditata dan dikelola dengan baik, pasti akan banyak pengunjung yang mendatangi kawasan tersebut.
“Sangat disayangkan, sudah hampir 23 tahun Mentawai otonom, kawasan menuju Pantai Jati yang berada di pusat ibukota Kabupaten saja belum mampu tertata dengan baik. Nah, bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa Mentawai itu daerah wisata,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala bidang bina marga Dinas PUPR Kepulauan Mentawai, Rifki Iriawan, mengatakan bahwa jalan kilometer 0 menuju pantai Jati Tuapejat masuk kategori jalan kabupaten. Namun, tahun ini belum ada program untuk pembangunan jalan menuju kawasan wisata pantai Jati tersebut. (rif)
Editor : Novitri Selvia