Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masyarakat Sikakap: Kapal LCT Teluk Katurei Rusak Parah Hampir 3 Tahun

Hendra Efison • Senin, 6 November 2023 | 12:45 WIB
Masyarakat Desa Sikakap mengharapkan kapal LCT Teluk Katurei yang menghubungkan mereka dengan Kecamatan Pagai Selatan kembali beroperasi.
Masyarakat Desa Sikakap mengharapkan kapal LCT Teluk Katurei yang menghubungkan mereka dengan Kecamatan Pagai Selatan kembali beroperasi.
PADEK.CO—Masyarakat Desa Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai mengharapkan Kapal LCT Teluk Katurei yang menghubungkan mereka ke wilayah Kecamatan Pagai Selatan, kembali beroperasi.

Kapal milik Pemkab Mentawai yang beroperasi semenjak tahun 2016 itu, tidak saja membantu mobilitas pelajar siswa SMAN 1 Sikakap setiap hari, juga sebagai kebutuhan mobilitas hasil pertanian masyarakat petani Pagai Selatan.

Leo Marsen, 49, salah seorang warga Sikakap yang ditemui Padang Ekspres pekan kemarin mengatakan bahwa, kapal roro LCT Teluk Katurei sudah tidak lagi beroperasi semenjak 2021. Di mana, bagian pintu buka tutup kapal mengalami patah dan tidak lagi bisa difungsikan.

“Kalau tidak salah, kapal ini sudah tidak lagi beroperasi tahun 2021 lalu. Sampai sekarang, kapal ini belum kunjung diperbaiki. Padahal, kapal ini, sangat membantu mobilitas anak sekolah dan hasil pertanian masyarakat Pagai Selatan menuju dermaga Sikakap,” ujarnya.

Dia menilai, Pemkab Kepulauan Mentawai belum optimal memberikan pelayanan transportasi sebagai kebutuhan utama masyarakatnya. Padahal, kata dia, beberapa waktu lalu, juga sudah pernah terjadi kecelakaan transportasi longboat siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan.

Salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) kapal LCT Teluk Katurei yang enggan namanya ditulis menyebutkan kepada Padang Ekspres bahwa, keberadaan kapal LCT Teluk Katurei sudah sangat memprihatinkan. Dia mengatakan, saat ini, kondisi kapal tidak saja mengalami patah pada bagian pintu, namun, juga sudah banyak menempel karang di bagian lambung luar.

“Kalau untuk biaya perbaikan dan perawatan bisa memakan biaya Rp1 miliar, baru bisa optimal. Sebab, untuk kondisi docking atau perbaikan mesti dilakukan docking penuh atau galangan penuh. Karena, kondisi kapal sudah banyak dihinggapi karang-karang laut,” ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas Perhubungan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar kepada wartawan, Minggu (5/11), mengakui, banyak kapal miliki Pemkab dalam kondisi sakit, termasuk kapal LCT Teluk Katurei. Dia mengatakan, tengah mengupayakan usulan perbaikan kapal milik Pemkab tersebut.

“Kita tahu, biaya perbaikan kapal sangat besar. Jadi, saat ini hampir semua kapal kita berada dalam kondisi sakit. Termasuk juga, untuk pengurusan surat izin berlayar kapal. Mudah-mudahan, tahun depan bisa terlaksana perbaikannya. Karena, tahun ini kita sedang tahap pengusulan,” pungkasnya. (rif) Editor : Hendra Efison
#Kapal LCT Teluk Katurei #Masyarakat Desa Sikakap #Kecamatan Pagai Selatan #Kabupaten Kepulauan Mentawai #Kapal Roro Rusak Parah