“Sekarang, masih proses tender. Kalau tendernya lancar, Insya Allah, awal Juni 2024 mendatang sudah tekan kontrak dan dimulai pengerjaannya,” ungkap mantan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai tersebut, akhir pekan kemarin.
Meski nantinya, waktu pengerjaan tersisa hanya 6 bulan ke depan, dia mengaku, optimis pekerjaan tersebut, bisa dituntaskan sesuai dengan waktu pengerjaan.
Apalagi, keberadaan pustaka daerah di Kepulauan Mentawai juga menjadi salah satu dambaan bagi masyarakat dalam menunjang dan mendukung literasi bagi daerah Kepulauan Mentawai.
Untuk diketahui, proyek pembangunan pustaka daerah Kepulauan Mentawai pertama kali dibangun tahun 2023 menggunakan dana APBN Rp 10 miliar. Namun, karena pekerjaan tidak sesuai target, kegiatan tersebut, dinyatakan putus kontrak dengan capaian pekerjaan hanya 40 persen.
Lalu, tahun ini Pemkab Kepulauan Mentawai bersama anggota DPRD bersepakat dan mendukung keberlanjutan pembangunan gedung Pustaka daerah tersebut. Dimana, besaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2024 yang dialokasikan sebesar Rp 4,1 miliar.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kepulauan Mentawai tersebut, tender yang diberi nama belanja modal pembangunan gedung perpustakaan tersebut, sempat beberapa kali gagal tender. Pengumuman, lelang tender pertama pada tanggal 24 Maret 2024 kemarin. (rif)
Editor : Novitri Selvia