Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puluhan Rumah Tergenang Banjir Pulau Sipora

Arif Rahmad Daud • Rabu, 11 Juni 2025 | 15:45 WIB

 

TERGENANG: Banjir melanda Puskesmas di daerah Mapaddegat. (ARIF RD/PADEK)
TERGENANG: Banjir melanda Puskesmas di daerah Mapaddegat. (ARIF RD/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Pulau Sipora Kepulauan Mentawai menyebabkan, sejumlah wilayah terendam banjir, Selasa, (10/6), siang.

Hujan yang mengguyur sejak Senin, (9/6), malam hingga Selasa siang tersebut, menyebabkan puluhah rumah dan fasilitas umum terendam banjir.

Salah satu kawasan yang menjadi langganan banjir, yakni, kawasan dusun Mapaddegat. Selain rumah warga, juga terdapat Puskesmas dan rumah ibadah yang tergenang banjir. Banjir tersebut, juga sempat menggangu layanan kesehatan di Puskesmas Mapaddegat.

Pantauan Padang Ekspres, ketinggian genangan air di bagian dalam Puskesmas mencapai 30 sentimeter. Sementara, pada bagian halaman atau luar Puskesmas ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. Curah hujan baru berhenti sekitar pukul 13.00 Wib. 

Yuni, 25, salah seorang warga Mapaddegat mengatakan, bahwa, kawasan Mapadegat, sudah sejak lama langganan banjir. Hal itu disebabkan, air pada drainase gorong-gorong jalan tidak mengalir. 

“Pemukiman warga Mapaddegat rata-rata berada rendah dibandingkan dengan jalan. Apalagi, air di drainase juga tidak mengalir. Hampir setiap tahun, tempat kami ini selalu tergenang banjir,” katanya.

Selain di kawasan dusun Mappadegat, banjir juga menggenangi pemukiman warga di dusun Camp desa Tuapejat. Banjir juga disebabkan, aliran drainase pada gorong-gorong cenderung tersumbat. 

Kepala Puskesmas Mapaddegat, Stepani, Selasa, (10/6), sore mengatakan, bahwa, air surut pada pukul 15.00 Wib. Juga dibantu oleh tim dari BPBD Kepulauan Mentawai untuk menyedot air yang masuk ke dalam area Puskesmas.

“Saat ini air sudah surut. Untung saja, pada saat kejadian, kita tidak ada pasien rawatan. Kejadiannya, juga begitu cepat, air mulai naik sekitar pukul 09.00 Wib dan kami masih sempat melayani pasien,” ungkapnya.

Namun, kata dia, pada saat hujan dan disertai angin kencang, tidak ada lagi pasien yang datang. Pihaknya, juga mengaku, sudah sibuk menyelamatkan dokumen dan barang elektronik yang ada di area Puskesmas.

Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, bahwa kondisi cuaca ekstrim menyebabkan sejumlah wilayah yang rentan terendam banjir.

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi yang membahayakan seperti tanah longsor dan pohon tumbang.

“Kita menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancamana bencana akibat kondisi cuaca ekstrim. Sampai hari ini, kita masih terus menurunkan tim di sejumlah titik. Terutama, di wilayah titik banjir yang merupakan fasilitas atau akses umum,” katanya.

Berdasarkan informasi peringatan dini BMKG Sumbar, Selasa, (10/6), pukul 10.10 Wib, menyampaikan, bahwa, potensi hujan sedang hingga lebat dan disertai angin kencang terjadi di wilayah Agam dan Pasaman.

Dapat meluas hingga Mentawai, khususnya di wilayah Sipora Selatan. Potensi ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter di perairan Barat pulau Sipora. (rif)

Editor : Novitri Selvia
#Puskesmas Mapaddegat #BPBD Kepulauan Mentawai #banjir #Lahmuddin Siregar #Pulau Sipora