Perayaan ini menjadi momentum iman yang menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan rohani, tetapi juga sebagai peristiwa kasih yang nyata dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.
Perayaan Natal Nasional 2025 di Kepulauan Mentawai dilaksanakan di Gereja GKPM Phinel Mandiri Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh gereja, aparatur sipil negara, serta masyarakat penerima manfaat bantuan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kapolres Mentawai, Dandim Mentawai, perwakilan Kejaksaan Negeri Mentawai, Asisten I, II, dan III Setda Kabupaten Kepulauan Mentawai, para pendeta jemaat, ASN Mentawai, serta Panitia Natal Nasional 2025.
Dalam rangkaian perayaan Natal Nasional tersebut, Panitia Natal Nasional 2025 bersama pemerintah daerah dan pimpinan gereja menyerahkan berbagai bentuk bantuan secara simbolis kepada masyarakat.
Bantuan yang disalurkan meliputi 2.000 paket sembako, bantuan pendidikan kepada 100 siswa dan mahasiswa, bantuan rehabilitasi untuk tiga gereja, serta tiga unit ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Kepulauan Mentawai.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Panitia Natal Nasional 2025 bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Oporus GKPM Mentawai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan di wilayah kepulauan.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pelaksanaan Natal Nasional di Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari komitmen panitia untuk menghadirkan perayaan Natal yang menjangkau wilayah kepulauan dan daerah pelayanan.
Menurutnya, tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” menjadi landasan utama seluruh rangkaian Natal Nasional 2025 yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
“Natal Nasional 2025 kami rancang agar tidak berhenti pada perayaan seremonial. Melalui program bantuan sembako, pendidikan, kesehatan, dan dukungan bagi gereja, kami ingin memastikan bahwa keluarga-keluarga di Kepulauan Mentawai benar-benar merasakan kehadiran kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Maruarar.
Sebagai bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025, Panitia Natal Nasional juga menyalurkan berbagai program bantuan berskala nasional. Di bidang kesejahteraan masyarakat, disiapkan 20.000 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat di sepuluh wilayah pelaksanaan Natal Nasional, termasuk Kepulauan Mentawai.
Selain itu, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyalurkan bantuan pendidikan dan beasiswa senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah Indonesia. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta.
Pelaksanaan Natal Nasional 2025 dilakukan secara serentak di sepuluh titik di Indonesia, yakni Ambon, Toba, Manado–Minahasa, Jailolo Maluku Utara, Kalimantan Barat, Nias, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Toraja, dan Kepulauan Mentawai.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai satu kesatuan perayaan iman yang mengedepankan kesederhanaan, kebersamaan, serta dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Adetio Purtama