Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Komisaris Independen API (InJourney Airports), Imelda Sari, kepada Ketua Panti Asuhan, Pema Suherry.
Selain dana rehabilitasi musala, API juga memberikan bantuan berupa paket 10 kilogram beras dan 10 kilogram rendang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak panti asuhan tersebut.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari dukungan API terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai.
Imelda Sari mengatakan kunjungannya ke panti asuhan tersebut sudah beberapa kali dilakukan sejak tahun 2023.
Pada kunjungan kali ini, ia membawa bantuan untuk mendukung rehabilitasi Musala Muhajirin yang berada di lingkungan panti.
“Dan kunjungan kali ini, saya membawa bantuan untuk rehabilitasi musala yang ada di panti asuhan ini,” ujarnya.
Musala Jadi Pusat Kegiatan Anak Panti
Imelda menjelaskan, keberadaan musala di lingkungan panti asuhan memiliki peran penting bagi anak-anak yang tinggal di sana.
Selain menjadi tempat ibadah, musala juga dimanfaatkan sebagai pusat berbagai kegiatan positif.
Menurutnya, musala tidak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat belajar dan berdiskusi bagi anak-anak panti.
Ia juga menilai Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai masih terus berperan dalam membina generasi muda asal Mentawai.
Imelda berharap anak-anak yang menimba ilmu di panti tersebut tetap semangat belajar dan memiliki cita-cita besar.
Ia juga mendorong para penghuni panti agar tidak hanya bercita-cita untuk membangun Mentawai, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan Sumatera Barat secara umum.
Musala Dibangun Sejak 1986
Ketua Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Gurun Laweh, Pema Suherry, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada API atas bantuan yang diberikan.
Ia mengatakan saat ini pihak panti memang membutuhkan dukungan dana karena sedang melakukan rehabilitasi berat terhadap bangunan Musala Muhajirin.
“Saat ini kami memang butuh dukungan dana karena kami sedang lakukan rehab berat bangunan Musala Muhajirin yang ada panti asuhan ini,” kata Pema.
Menurutnya, kondisi musala yang ada di lingkungan panti sudah cukup lama sehingga membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Pema menjelaskan musala tersebut dibangun pada tahun 1986 oleh M Bakrie Tasirebdep yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Padangpariaman.
Ia menambahkan, bantuan dari API merupakan tindak lanjut dari proposal yang sebelumnya diajukan saat Imelda Sari berkunjung ke panti beberapa waktu lalu.
“Saat buk Imelda Sari berkunjung ke panti ini beberapa waktu lalu, kami kemudian ajukan proposal perbaikan untuk musala dan asrama panti. Alhamdulillah permohonan kami direspons oleh beliau dan jajaran API,” ujarnya.
Pema berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses rehabilitasi Musala Muhajirin sehingga kembali dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak panti asuhan.(*)
Editor : Hendra Efison