PADEK.JAWAPOS.COM-Sejumlah warga terdampak bencana di Kota Padang mulai kembali menata kehidupan dengan membangun hunian di atas lahan milik sendiri. Ini seiring dimulainya pembangunan hunian tetap (Huntap) mandiri di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Selasa (7/4).
Program ini menjadi salah satu opsi pemulihan yang memungkinkan masyarakat tidak harus direlokasi ke hunian terpusat, melainkan dapat tetap tinggal dekat dengan sumber penghidupan mereka.
Program Huntap mandiri tersebut mulai direalisasikan Agusman sebagai salah satu penerima manfaat. Ini menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada relokasi terpusat, tetapi juga memberikan pilihan bagi warga yang memiliki dan ingin membangun rumah di atas tanah milik sendiri.
Baca Juga: Program Bedah Rumah PT Semen Padang Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Lambungbukit
Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir melakukan peletakan batu pertama bersama Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian mengatakan Huntap mandiri ini menjadi langkah awal pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana yang memilih membangun rumah di atas lahan milik sendiri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan yang telah diberikan kepada masyarakat Kota Padang pascabencana, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun pemulihan ekonomi.
“Kami berterima kasih kepada BNPB. Banyak sekali bantuan yang sudah disalurkan, mulai dari Jadup hingga bantuan untuk UMKM terdampak. Dan hari ini hunian tetap mandiri menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun di tanahnya sendiri,” ujar Fadly Amran.
Baca Juga: Jalan Padangbesi–Bandabuek Rusak Parah, Pengendara Keluhkan Keselamatan
Ia menambahkan, pemerintah memberikan beberapa pilihan kepada masyarakat terdampak, baik melalui pembangunan Huntap terpusat maupun mandiri sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga.
“Masyarakat bisa memilih, apakah menempati Huntap yang disediakan pemerintah atau membangun di lahan sendiri seperti ini. Ini tentu bisa lebih dekat dengan sumber penghidupan mereka, baik kebun, ladang, maupun usaha lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadly Amran juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk Forkopimda dan PT Semen Padang, yang telah menghadirkan inovasi teknologi konstruksi melalui produk sepablock yang dinilai cepat dan lebih tahan bencana.
Baca Juga: Bupati Safni Sikumbang Resmikan Gedung Disdikbud, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
Sementara itu, Sestama BNPB Rustian menyebutkan pembangunan Huntap mandiri di Kota Padang merupakan yang kedua di Sumatera Barat, setelah sebelumnya dilaksanakan di Padangpariaman.
“Pembangunan Huntap mandiri di Kota Padang ini merupakan yang kedua di Sumatera Barat. Ini berkat gerak cepat pemerintah kota bersama OPD terkait. Teknologi sepablock dari Semen Indonesia Group juga akan kita gunakan karena sudah terstandarisasi dan ramah gempa,” ungkapnya.
Fadly Amran turut menambahkan hingga saat ini terdapat 43 unit Huntap mandiri yang diusulkan, dengan sekitar 36 warga telah menyerahkan kelengkapan administrasi. Ia berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk membangun secara mandiri.
Baca Juga: Penyuluh Diminta Jadi Penggerak Lompatan Produktivitas Petani di Limapuluh Kota
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, Ketua DPD LMP Padang Irwan Basir Datuak Rajo Alam, Pj Sekko Padang Raju Minropa, Kalaksa BPBD Padang Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rido Satria, serta Camat Kototangah Fizlan Setiawan. (eri)
Editor : Novitri Selvia