PADEK.JAWAPOS.COM--Hujan deras yang memgguyur Kota Padang Senin (13/4) malam menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat. Tingkat kekeruhan air tinggi bercampur material tanah dan sampah.
Kondisi itu menyebabkan Perumda Air Minum Kota Padang tidak bisa mengolah air baku yang berasal dari sejumlah sungai di Padang pada Senin malam.
Baca Juga: AN dan TKA, Mengukur Kualitas atau Sekadar Angka?
Sejumlah intake yang terdampak antara lain intake Guo, Palukahan, Paraku, Jawagadut dan pompa Latung. Intake tersebut terpaksa off sementara jelang debit air kembali normal.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein mengatakan, pagi ini (Selasa pagi) tinggal intake Palukahan yang masih proses normalisasi karena tertimbun sedimen pasir dan batu.
Baca Juga: Gaya Hidup Gen Z Berubah, Tekanan Ekonomi Bikin Lebih Hemat
"Sampai saat ini petugas masih berjibaku melakukan pengangkatan dan pembersihan material yang menimbun intake, kami berharap pelanggan yang terdampak bersabar sampai pengerjaan selesai," ujar Adhie Zen Selasa (14/4) pagi.
Area terdampak antara lain area utara seperti Sungailareh, Lolokasiak, Balaibaru, Pilakut, Gurunlaweh, Suraugadang dan sebagian Siteba. (eni)
Editor : Adetio Purtama