Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Bisnis Travel Anak Muda yang kian Berkembang, Tawarkan Paket Murah ke Luar Negeri

Irfan R Rusli • Rabu, 29 April 2026 | 08:00 WIB
Suasana kerja di Cidigo Travelindo yang berlokasi di Pasar Raya Padang, Jumat (24/4). (IRFAN/PADEK)
Suasana kerja di Cidigo Travelindo yang berlokasi di Pasar Raya Padang, Jumat (24/4). (IRFAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata dan ketatnya persaingan bisnis jasa perjalanan, peran generasi muda semakin menonjol. Hal ini terlihat di kantor pemasaran Cidigo Travelindo yang berlokasi di kawasan Pasar Raya, Kota Padang.

Seperti apa ceritanya?

Di perusahaan tersebut, sekelompok anak muda tampil sebagai motor penggerak utama dalam mengelola usaha travel wisata internasional. Salah satu sosok sentral adalah Irsyad Jamil, 26, yang dipercaya menjabat sebagai Chief Marketing Officer selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Lulusan Politeknik Negeri Padang ini dinilai mampu membuktikan bahwa generasi Z dapat mengambil peran strategis dalam dunia bisnis, khususnya di sektor pariwisata. Di bawah pengelolaannya, Cidigo Travelindo menawarkan berbagai paket perjalanan wisata ke luar negeri, dengan destinasi utama Malaysia dan Singapura.

Menariknya, paket wisata yang ditawarkan tergolong ramah di kantong. Dengan harga mulai Rp3 jutaan, wisatawan sudah dapat menikmati perjalanan selama tiga hari tiga malam. Strategi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan muda yang ingin merasakan pengalaman liburan ke luar negeri dengan biaya terjangkau.

Irsyad menjelaskan, pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan bisnis tidak terlepas dari karakter generasi Z yang akrab dengan teknologi digital. Promosi dilakukan secara aktif melalui media sosial dengan menonjolkan konten visual yang menarik.

“Anak muda sekarang lebih tertarik dengan pengalaman yang bisa dilihat secara visual. Jadi kami tidak hanya menjual paket, tetapi juga cerita perjalanan yang bisa mereka bayangkan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (24/4).

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam bisnis travel saat ini adalah persaingan dengan platform digital berskala besar. Namun, menurutnya, pendekatan personal menjadi keunggulan tersendiri bagi usaha yang dikelola secara langsung oleh tim muda.

“Kami memang tidak sebesar platform travel online, tapi kami bisa memberikan pelayanan yang lebih dekat dan personal. Dari awal konsultasi sampai keberangkatan, kami dampingi,” tambahnya.

Selain fokus pada pengembangan bisnis, Cidigo Travelindo juga membuka peluang bagi generasi muda lain untuk berkembang melalui program magang yang bekerja sama dengan pemerintah dan terbuka bagi mahasiswa.

 

Salah satu peserta magang, Dinda Edisa Putri, 24, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional perusahaan.

“Di sini saya belajar banyak hal, mulai dari cara melayani pelanggan, memahami kebutuhan wisatawan, hingga ikut dalam proses pemasaran. Pengalaman ini sangat berharga,” ungkapnya.

Menurut Dinda, suasana kerja yang didominasi anak muda menciptakan lingkungan yang dinamis dan terbuka terhadap ide-ide baru.

“Karena yang mengelola juga anak muda, jadi kami lebih mudah berdiskusi dan menyampaikan ide. Rasanya seperti belajar sekaligus berkarya,” katanya.

Bagi Irsyad, program magang tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.

“Kami ingin tempat ini bukan hanya menjadi kantor, tetapi juga ruang belajar bagi anak muda. Mereka bisa melihat langsung bagaimana bisnis travel dijalankan,” jelasnya.

Fenomena ini mencerminkan perubahan dalam industri pariwisata lokal, di mana generasi Z tidak lagi hanya sebagai konsumen, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menggerakkan roda bisnis.

Dengan kreativitas, kemampuan adaptasi terhadap teknologi, serta keberanian mengambil peluang, anak muda di Kota Padang mulai menunjukkan eksistensinya dalam sektor jasa perjalanan.

Irsyad berharap semakin banyak generasi muda yang berani terjun ke dunia usaha, khususnya di bidang pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar di daerah.
“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana kita sebagai anak muda berani mengambil peluang itu dan mulai bergerak,” tutupnya. (***)

Editor : Adriyanto Syafril
#bisnis anak muda #travel agent #bisnis