PADEK.JAWAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur menerbitkan prakiraan cuaca maritim untuk wilayah perairan Sumatera Barat yang berlaku selama empat hari, terhitung 30 Mei 2026 hingga 2 Juni 2026.
Dalam prakiraan tersebut, sejumlah wilayah perairan disebut berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan informasi tersebut sebagai panduan bagi seluruh pengguna jalur laut di kawasan Sumatera Barat, mulai dari nelayan, operator kapal penumpang, hingga pelaku usaha pelayaran.
“Prakiraan ini kami keluarkan agar seluruh pengguna jasa maritim di perairan Sumatera Barat dapat mempersiapkan diri dengan baik. Potensi gelombang mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perlu mendapat perhatian serius demi keselamatan pelayaran,” ujar Sahat Mauli Pasaribu, Jumat (29/5)
Prakiraan untuk periode pertama berlaku mulai 30 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 31 Mei 2026 pukul 06.00 WIB. Pada rentang waktu ini, kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat diperkirakan bervariasi antara cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan secara khusus diprediksi terjadi di wilayah perairan Timur Siberut.
Dari sisi dinamika atmosfer, angin bertiup dari arah Tenggara dan Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 7 knots. Adapun kondisi gelombang laut berada pada kategori rendah hingga sedang. Namun demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter di sejumlah titik, yakni perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Memasuki periode kedua yang berlaku sejak 31 Mei 2026 pukul 07.00 WIB sampai 1 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, langit di kawasan perairan Sumatera Barat diprakirakan tertutup awan tebal secara merata. BMKG mencatat tidak ada perubahan berarti dalam kondisi cuaca, dengan dominasi berawan tebal sepanjang periode berlaku.
Kecepatan angin pada periode ini sedikit menurun, berhembus dari Tenggara dan Timur Laut pada kisaran 2 hingga 6 knots. Meskipun demikian, kondisi gelombang tetap berada pada level rendah hingga sedang dengan potensi ketinggian gelombang yang masih dapat mencapai 2,5 meter. Cakupan wilayah terdampak pada periode ini justru lebih luas, meliputi perairan Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Pada periode terakhir yang berlaku mulai 1 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca kembali bervariasi, yakni antara cerah berawan hingga berawan tebal. Angin bertiup dari arah Tenggara dan Utara dengan kecepatan 2 hingga 7 knots.
Serupa dengan periode sebelumnya, kondisi gelombang diprediksi masih berada dalam kategori rendah hingga sedang. Potensi gelombang setinggi 2,5 meter tetap perlu diwaspadai di kawasan perairan Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prediksi pasang surut untuk tanggal 30 Mei 2026. Berdasarkan data tersebut, air laut diprediksi mengalami pasang pada dua rentang waktu, yaitu pukul 03.00–08.00 WIB dan pukul 18.00–19.00 WIB.
Sementara itu, kondisi surut diprakirakan berlangsung pada pukul 11.00–14.00 WIB dan kembali pada pukul 22.00–24.00 WIB. Informasi pasang surut ini penting bagi nelayan dan pelaut yang beroperasi di perairan dangkal maupun muara sungai di sepanjang pesisir Sumatera Barat.
BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau seluruh pelaku aktivitas kelautan, termasuk nelayan, awak kapal, dan operator transportasi laut, untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca maritim terkini sebelum dan selama melakukan pelayaran. Kondisi gelombang yang berpotensi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah dapat membahayakan keselamatan, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil.
Informasi prakiraan cuaca maritim terkini dapat diakses secara langsung melalui kanal resmi BMKG di laman https://maritim.bmkg.go.id. (cc1)
Editor : Adriyanto Syafril