PADEK.JAWAPOS.COM–Seorang pria bernama Hendri (47), hampir merenggut jiwanya saat kebanyakan orang masih terlelap setelah tiba-tiba kehilangan kesadaran dan terjatuh ke dalam Banda Bakali di kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu dini hari (7/6/2026).
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.38 WIB, ketika korban yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung sedang mengendarai becak motornya di sepanjang Jalan Rasuna Said, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat.
Menurut keterangan Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, korban secara mendadak mengalami pusing saat mengemudikan kendaraannya di tepian kanal kota tersebut.
Baca Juga: Harry Kane Cetak Gol, Inggris Kalahkan Selandia Baru 1-0 di Laga Uji Coba Piala Dunia 2026
Kondisi itu membuat Hendri kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh ke dalam Banda Bakali dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Korban tiba-tiba mengalami pusing saat mengendarai becak motornya di dekat Banda Bakali kawasan GOR Haji Agus Salim, sehingga korban terjatuh ke dalam Banda Bakali. Saksi yang melihat korban tergeletak tidak sadarkan diri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang," ujar Rinaldi, Minggu pagi.
Kejadian itu tidak luput dari perhatian seorang saksi mata, Ibnu Al Syauqi (16), seorang pelajar yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Tanpa menunda waktu, remaja 16 tahun itu segera melaporkan kondisi korban kepada Dinas Damkar Kota Padang melalui layanan darurat.
Baca Juga: Romario Ungkap 6 Negara Favorit Juara Piala Dunia 2026, Kritik Performa Skuad Brasil
Laporan diterima petugas pada pukul 01.38 WIB. Hanya dalam hitungan menit, satu menit setelah laporan masuk, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 01.39 WIB dan berhasil tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.44 WIB menempuh jarak sekitar 400 meter dari pos terdekat.
Sebanyak delapan personel dikerahkan menggunakan dua unit armada, yakni armada rescue dan armada komando, di bawah koordinasi Peleton C Damkar Kota Padang.
Proses evakuasi berlangsung cukup panjang. Tim penyelamat baru menuntaskan seluruh penanganan pada pukul 02.59 WIB, atau sekitar 80 menit sejak laporan pertama diterima.
Baca Juga: Amerika Serikat Kalah 1-2 dari Jerman di Soldier Field Jelang Piala Dunia 2026
Meski sempat dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri saat ditemukan tergeletak di Banda Bakali, Hendri dinyatakan masih hidup setelah berhasil dievakuasi oleh petugas.
Rinaldi memastikan bahwa korban dalam kondisi hidup setelah berhasil diselamatkan tim rescue. Setelah mendapat penanganan awal, Hendri sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun mengingat kondisinya yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan tindakan medis berikutnya.
Baca Juga: Roberto Martinez Bela Rafael Leao Usai Kartu Merah di Laga Portugal vs Chile, Sanksi Tergantung FIFA
"Korban masih hidup. Setelah dievakuasi, korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, namun kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil untuk penanganan lebih lanjut," tambah Rinaldi.
Hendri diketahui warga Jalan Batang Arau, RT 003/RW 004, Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat. Pekerjaan sehari-harinya sebagai pemulung diduga menjadi alasan ia masih beraktivitas di luar rumah pada dini hari.
Dinas Damkar Kota Padang mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan darurat apabila menemukan kejadian serupa.
Baca Juga: RSUD dr. Sadikin Pariaman Dibidik Rampung 2027, DPR RI Kawal Anggaran Rp50 Miliar
Laporan cepat dari warga terbukti menjadi faktor penting dalam keselamatan korban dini hari itu. Masyarakat dapat menghubungi layanan Padang Sigap melalui Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam. (cc1)
Editor : Adetio Purtama