Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Raya Direvitalisasi Mulai 22 Juni

Randi Zulfahli • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:45 WIB
Pemko Padang merevitalisasi kawasan Pasar Raya mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026. Cakupan proyek meliputi jalan, drainase, trotoar, dan basement. (DOK DINAS PERDAGANGAN PADANG)
Pemko Padang merevitalisasi kawasan Pasar Raya mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026. Cakupan proyek meliputi jalan, drainase, trotoar, dan basement. (DOK DINAS PERDAGANGAN PADANG)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perdagangan mengumumkan rencana besar penataan infrastruktur di pusat ekonomi kota.

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan Revitalisasi Kawasan Pasar Raya yang dijadwalkan bergulir mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026.

Proyek skala besar ini merupakan bagian dari program kerja Pemko Padang dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana publik.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa pembenahan ini mencakup area yang sangat luas demi mendongkrak kenyamanan fasilitas bersama.

Berdasarkan surat pemberitahuan resmi nomor 500.2/152/Dg-2026 yang ditandatanganinya, titik fokus pembangunan akan terbagi ke dalam beberapa sektor utama, mulai dari fasilitas fisik pasar hingga aksesibilitas jalan di sekitarnya.

“Proyek fisik ini bakal menyasar area inti seperti Kawasan Air Mancur Pasar Raya, serta area Basement di Blok II dan Blok III,” ujar Fizlan Setiawan, Rabu (10/6).

Tidak hanya itu, penataan juga menyentuh jaringan jalan dan pedestrian. Dinas Perdagangan mencatat pekerjaan jalan akan berfokus pada Jalan Pasar Raya, Jalan Permindo, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang dan Jalan Sandang Pangan.

Untuk mengantisipasi banjir dan genangan, Pemko Padang mengagendakan perbaikan sistem drainase di sejumlah titik vital, meliputi Jalan Pasar Raya, Jalan M. Yamin, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Sandang Pangan, hingga Jalan Gereja.

Sementara itu, hak pejalan kaki turut diakomodasi melalui pengerjaan trotoar yang membentang di Jalan Pasar Raya, Jalan M. Yamin, Jalan Hiligoo, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Sandang Pangan, Jalan Permindo, serta di seputar Kawasan Air Mancur.

Fizlan Setiawan tidak menampik bahwa proyek penataan infrastruktur secara menyeluruh ini bakal berdampak langsung pada mobilitas harian warga kota Padang.

Luasnya jangkauan titik pengerjaan dipastikan bakal memicu gangguan aktivitas ekonomi hingga perubahan arus pergerakan kendaraan di area terdampak.

“Mengingat cakupan pekerjaan yang cukup luas, selama masa pengerjaan proyek akan terjadi gangguan aktivitas serta perubahan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Pemerintah Kota Padang bersama instansi terkait akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Raya guna kelancaran bersama,” ungkap Fizlan.

Guna meminimalkan dampak kemacetan, pihak berwenang saat ini tengah mematangkan skenario arus lalu lintas yang baru.

Detail mengenai rute pe­ngalihan serta skema manajemen rekayasa jalur tersebut akan disosialisasikan oleh pemerintah kota secara bertahap dalam waktu dekat.

Menyadari potensi dampak sosial dan ekonomi yang muncul selama proses konstruksi yang memakan waktu sekitar enam bulan ini, pihak Pemko Padang menyampaikan komitmen empati mereka kepada publik yang terdampak langsung di lapangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pedagang, pelaku usaha, pengendara, serta ma­sya­rakat luas atas ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas yang ditimbulkan selama proses pembangunan ini ber­jalan,” pungkas Fizlan. (cc1)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#pasar raya padang #revitalisasi