Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PPIH-BKK Pastikan Jamaah Haji Pulang dalam Kondisi Sehat

Rommy Delfiano • Senin, 15 Juni 2026 | 08:00 WIB
Petugas PPIH dan BKK memeriksa kondisi kesehatan jamaah haji yang baru saja tiba di BIM, Sabtu (13/6). (DOK KEMENHAJ SUMBAR)
Petugas PPIH dan BKK memeriksa kondisi kesehatan jamaah haji yang baru saja tiba di BIM, Sabtu (13/6). (DOK KEMENHAJ SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Kepulangan jamaah haji ke Tanah Air tidak berakhir saat pesawat yang membawa me­reka mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Setibanya di debarkasi, para jamaah masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi mereka aman sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Pa­da­ng bersama Balai Ke­ka­rant­inaan Kesehatan (BKK) terus melakukan pemantauan kesehatan jamaah sejak tiba di bandara hingga berada di Asrama Haji Debarkasi Padang.

Dokter Klinik Kesehatan Debarkasi Padang, Resnita, menjelaskan bahwa proses pemantauan dimulai sejak pesawat mendarat di BIM. Tim BKK langsung melakukan serah terima informasi kesehatan dengan dokter kloter di pintu pesawat untuk mengetahui kondisi terkini para jamaah.

“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan dokter kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jamaah yang memerlukan penanganan segera atau ada kondisi kesehatan tertentu yang harus dipantau lebih lanjut,” ujar Resnita, Sabtu (13/6).

Selain itu, seluruh ja­maah yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Padang juga menjalani pemeriksaan me­nggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh serta mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.

“Setiap jamaah yang tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk melihat kondisi suhu tubuh dan mendeteksi apabila ada indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,” katanya.

Pada kedatangan Kloter 09 Debarkasi Padang, tim kesehatan melakukan observasi terhadap empat jamaah yang memerlukan pemantauan khusus sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan pulang.

Kloter 09 membawa sebanyak 390 jamaah dan petugas yang berasal dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padangpanjang, Payakumbuh, dan Kota Padang. Dari jumlah tersebut, 95 orang merupakan jamaah lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas.

Empat jamaah yang menjalani observasi lanjutan di Klinik Kesehatan Debar­kas­i Padang masing-masing memiliki keluhan kesehatan yang berbeda.

Jamaah pertama, Yuliar, 84, asal Kabupaten Solok, mengeluhkan pusing setelah tiba di BIM. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gu­la darah yang tinggi. Selain itu, ia juga memiliki riwayat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit yang m­e­nyebabkan kesulitan berjalan, sehingga harus dibawa menggunakan ambulans dari bandara menuju Asrama Haji.

Jamaah kedua, Sawinar, 81, juga menjalani observasi karena hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah tinggi. Ia mengeluhkan nyeri yang menjalar dari pinggang hingga ke kaki.

Sementara itu, Martini, 71, mendapatkan pemantauan khusus setelah didiagnosis mengalami hipokalemia, yakni kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal dan berpotensi mengganggu fungsi tubuh.

Sedangkan Andriana, 67, mengalami sesak napas se­saat setelah tiba di Asrama Haji. Petugas kemudian mem­­bawanya menggu­na­kan kursi roda dari aula menuju Klinik Kesehatan Debarkasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Pada Kloter 09 ada empat jamaah yang kami observasi di Klinik Kesehatan Debarkasi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan, alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan pulang bersama rombongan,” jelas Resnita.

Ia menegaskan bahwa observasi yang dilakukan bukan berarti jemaah berada dalam kondisi darurat, melainkan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.

“Kami ingin memastikan seluruh jamaah yang meni­nggalkan Asrama Haji benar-benar dalam kondisi ya­ng terpantau dengan baik. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami observasi dan tindak lanjuti sebelum mereka kembali ke daerah,” ujarnya.

Hingga kedatangan Kloter 09, tercatat sebanyak 3.515 jamaah dan petugas Debarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air. Seluruh jemaah yang tiba tetap menjalani pemantauan kesehatan sebagai bagian dari prosedur debar­kasi sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

PPIH Debarkasi Padang bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan selama proses pemulangan jemaah berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar setiap keluhan kesehatan yang muncul dapat segera ditangani, terutama bagi jamaah lanjut usia yang memerlukan perhatian lebih.

“Observasi bukan berarti jamaah dalam kondisi gawat. Ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan jemaah aman melanjutkan perjalanan ke daerah asal. Apalagi sebagian besar yang kami tangani jemaah lanjut usia yang memerlukan perhatian lebih,” tutup Resnita. (rdo)

Editor : Adriyanto Syafril
#debarkasi Padang #BKK haji #pemeriksaan kesehatan #bandara minangkabau #jamaah haji