Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Adaptif di Era Digital tanpa Abaikan Akurasi Berita

Novitri Selvia • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:25 WIB
Jurnalis senior Padang Ekspres, Tandri Eka Putra saat menjadi narasumber pada program KABA PADEK Sore yang dipandu Febi Tri Lianti di Graha Pena, Lubukbuaya, Senin (15/6). (DOK PADEK)
Jurnalis senior Padang Ekspres, Tandri Eka Putra saat menjadi narasumber pada program KABA PADEK Sore yang dipandu Febi Tri Lianti di Graha Pena, Lubukbuaya, Senin (15/6). (DOK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja industri media massa. Di tengah derasnya arus informasi, media dituntut mampu beradaptasi melalui penyajian berita secara multiplatform tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik, yakni akurasi dan verifikasi informasi.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Pa­dang Ekspres, Tandri Eka Putra, saat menjadi narasumber dalam Program KABA PA­DEK Sore, Senin (15/6) yang dipandu host Febi Tri Lianti. Dalam kesempatan itu, Tandri membahas tantangan dan strategi media dalam menghadapi transformasi digital.

Menurut Tandri, jika da­hulu media massa hanya me­ng­andalkan koran cetak dengan ruang publikasi yang terbatas, kini perusahaan pers harus hadir melalui berbagai platform, mulai dari media cetak, portal berita daring, media sosial, hingga konten audio visual.

“Dulu medium kita terbatas. Sekarang media ber­kem­bang sangat pesat. Satu media bisa hadir di semua platform. Ini merupakan kon­sekuensi dari per­kem­bangan zaman yang harus diikuti oleh perusahaan pers,” ujarnya.

Meski demikian, Tandri menegaskan bahwa media arus utama tetap terikat oleh Undang-Undang Pers dan Ko­de Etik Jurnalistik. Oleh karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses verifikasi yang ketat.

Ia menilai tantangan terbesar dalam sistem pemberitaan multiplatform adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan penyampaian informasi dengan kualitas jurnalistik.

“Ada wartawan yang ha­rus melaporkan peristiwa secara langsung. Di situ perlu pengaturan yang baik, mulai dari kecepatan pelaporan, tujuan penyebaran infor­masi­, hingga siapa yang bertanggung jawab terhadap isi berita tersebut,” jelasnya.

Tandri mengakui bahwa kehadiran media digital telah membuat masyarakat lebih cepat memperoleh infor­masi­. Selain itu, audiens kini dapat memberikan respons secara langsung terhadap berita yang disajikan.

Dalam menjalankan sis­tem multiplatform, Padang Ekspres tetap menekankan pentingnya konsistensi da­lam menjaga standar kerja jurnalis­tik. Menurut Tandri, profesi war­tawan saat ini telah ber­kembang menjadi lebih kompleks. Seorang jurnalis tidak hanya dituntut mampu menulis berita, te­tapi­ juga dapat menjadi presenter, pembuat konten multimedia, hingga memahami dasar-dasar desain visual.

Meski demikian, reporter tetap menjadi ujung tombak dalam proses pengumpulan informasi di lapangan. Setiap informasi yang diperoleh harus dipastikan kebenarannya sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

“Tidak bisa seenaknya melaporkan suatu peristiwa. Jika ada informasi yang diragukan, media harus melakukan pe­ngecekan ulang. Reporter memang dituntut serba bisa, tetapi tetap berada di bawah kendali redaktur,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas pemberitaan, Padang Ekspres menerapkan sistem penyuntingan berlapis. Setiap naskah yang masuk diperiksa oleh redaktur guna memastikan kelengkapan unsur 5W+1H, ke­seimbangan informasi, kesesuaian data, serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Ia menambahkan, redaktur memiliki peran penting sebagai pengendali mutu pemberitaan. Jika ditemukan kekeliruan dalam informasi yang telah dipublikasikan, media wajib melakukan koreksi sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain mengandalkan wartawan tetap, Padang Ekspres juga membuka ruang partisi­pasi­ bagi masyarakat dalam pe­nyampaian informasi melalui berbagai program kontributor.

“Kami memiliki kontributor bebas, kontributor segmentasi seperti guru dan nagari, serta informasi dari netizen. Siapa pun dapat mengirimkan informasi atau tulisan yang nantinya akan kami kembangkan menjadi berita,” ujarnya.

Masyarakat juga dapat me­nyampaikan keluhan atau la­poran melalui program Lapor Padek dengan menghubungi nomor 0811666438.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Padang Ekspres turut memberikan pelatihan jurnalistik kepada seluruh karyawan dari berbagai divisi. Langkah ini dilakukan agar informasi awal terkait suatu peristiwa dapat segera diperoleh sebelum reporter tiba di lokasi kejadian.

Terkait eksistensi media cetak di era digital, Tandri menilai koran masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Menurutnya, media cetak tetap dibutuhkan karena mampu menyajikan informasi yang lebih mendalam, terkurasi, dan memiliki tingkat kredibilitas tinggi.

“Media cetak harus beradaptasi dengan perkem­bangan zaman. Bukan be­rarti­ meninggalkan koran, tetapi memper­kuat semua platform yang dimiliki. Koran tetap hadir dengan laporan yang lebih lengkap dan mendalam, sementara media di­gi­tal mengutamakan kecepatan,” ung­kapnya.

Ia menjelaskan, strategi yang diterapkan media cetak saat ini adalah melakukan konvergensi media dengan mengintegrasikan berbagai platform dalam satu ekosistem pembe­ri­taan. Strategi tersebut memungkinkan informasi menjang­kau berbagai segmen pembaca sesuai dengan kebiasaan konsumsi media masing-masing.

Selain itu, inovasi konten yang informatif, edukatif, dan dekat dengan kebutuhan ma­syar­akat dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan relevansi media sekaligus menjaga kepercayaan publik. (sel)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Kaba Padek Sore