PADEK.JAWAPOS.COM -- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan dukungannya terhadap rencana revitalisasi Pasar Raya Padang yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang pada 2026. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beragam.
Menurut Muharlion, revitalisasi Pasar Raya telah menjadi bagian dari kesepakatan antara pihak eksekutif dan legislatif dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
“Ini merupakan salah satu program yang sudah kita sepakati dalam APBD 2026. Pasar harus direvitalisasi karena saat ini masyarakat memiliki banyak alternatif berbelanja, termasuk secara online,” ujar Muharlion, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan, konsep revitalisasi yang diusung Pemerintah Kota Padang tidak hanya berfokus pada fungsi Pasar Raya sebagai pusat perdagangan. Kawasan tersebut juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan.
Menurutnya, sejumlah fasilitas dan kawasan pendukung akan dibenahi, termasuk area air mancur serta berbagai sarana penunjang lainnya.
Penataan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih nyaman, tertata, dan menarik bagi pengunjung.
“Orang datang ke pasar nantinya bukan hanya untuk belanja, tetapi juga menikmati suasana, wisata kuliner, dan melihat keindahan kawasan yang sudah dibenahi,” katanya.
Muharlion menilai revitalisasi Pasar Raya berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, peluang transaksi dan perputaran ekonomi di kawasan pasar juga diperkirakan akan semakin meningkat.
Selain fokus pada pembangunan fisik, DPRD Kota Padang juga memberikan perhatian terhadap aspek transportasi yang mendukung aksesibilitas menuju Pasar Raya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan terminal angkutan kota (angkot) dan pengaturan jalur transportasi umum di sekitar kawasan pasar.
Menurut Muharlion, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam keberhasilan revitalisasi. Karena itu, DPRD meminta agar konsep penataan transportasi dirancang secara matang sehingga tidak mengurangi kemudahan masyarakat untuk menjangkau pusat perdagangan tersebut.
“Kita minta konsepnya matang. Jangan sampai jalur angkot terlalu jauh dari pasar sehingga tidak memberikan dampak yang diharapkan terhadap aktivitas perdagangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD melalui komisi terkait akan terus mengawal seluruh tahapan revitalisasi, mulai dari proses perencanaan, lelang proyek, hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain itu, DPRD juga membuka peluang pembahasan lebih lanjut mengenai penataan terminal bayangan dan optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia guna mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan terintegrasi.
Dengan revitalisasi yang direncanakan pada 2026 mendatang, DPRD berharap Pasar Raya Padang tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner yang mampu menggerakkan perekonomian daerah serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril