PADEK.JAWAPOS.COM -- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi membuka tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 22 Juni hingga 8 Juli 2026. Khusus SMA terdapat tiga tahap pendaftaran, sedangkan SMK dua tahap
Ketua Panitia SPMB SMA dan SMK Provinsi Sumbar, Mahyan mengatakan, tahap pertama SMA diperuntukkan bagi jalur afirmasi dan mutasi yang dibuka pada 22-23 Juni dengan pengumuman hasil pada 25 Juni 2026.
Jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang orang tuanya pindah tugas secara kelembagaan, seperti ASN, PPPK dan lainnya. Sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa pemegang Program Indonesia Pintar (PIP) serta anak panti asuhan.
Setelah tahap pertama selesai, pendaftaran berlanjut ke tahap kedua melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik yang dibuka pada 27-29 Juni, dengan pengumuman hasil pada 1 Juli 2026.
Tahap terakhir yakni jalur domisili yang dibuka pada 3-5 Juli dan hasil seleksi diumumkan pada 7 Juli 2026. Sementara untuk SMK, tahap pertama meliputi seleksi nilai rapor, prestasi serta tes bakat dan minat yang dibuka pada 22-26 Juni dengan pengumuman pada 28 Juni.
Sementara tahap kedua untuk SMK hanya dibuka untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi pada tahap pertama. Itu jadwalmya dibuka 1-8 Juli dan pengumuman 10 Juli 2026. “Kalau pada tahap pertama kuotanya sudah penuh, maka tahap kedua tidak dibuka lagi,” terangnya, Selasa (23/6).
Ia menyebutkan kuota penerimaan SMA dibagi berdasarkan jalur mutasi 5 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 30 persen dan domisili 35 persen.
Tahun ini juga terdapat penyesuaian pada jalur prestasi akademik dengan penggunaan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Nilai seleksi akan dihitung dari gabungan 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai TKA.
Mahyan memastikan sistem pendaftaran online yang digunakan Disdik Sumbar masih menggunakan platform tahun sebelumnya dan diklaim telah dipersiapkan untuk mengantisipasi gangguan sistem.
“Kami dibantu Kominfo, server juga disiapkan di beberapa lokasi sehingga beberapa tahun terakhir tidak ada kendala berarti,” katanya.
Dalam tahapan SPMB tahun ini, sambung dia, para orangtua diminta tidak perlu terpaku pada sekolah tertentu karena peluang masuk masih terbuka melalui tahapan berikutnya.
“Jangan menumpuk di SMA tertentu saja. Orang tua harus menyusun strategi karena jika gagal di tahap pertama, masih ada kesempatan di tahap berikutnya. Lihat peluang yang lebih besar agar anak tidak kalah bersaing,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril