Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

2 Jamaah yang Sakit di Arab Pulang, 5 masih Dirawat

Adriyanto Syafril • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB
Salah seorang jamaah haji Debarkasi Padang yang sempat dirawat di Arab Saudi, tiba di BIM pada Selasa (23/6). (DOK KEMENHAJ SUMBAR)
Salah seorang jamaah haji Debarkasi Padang yang sempat dirawat di Arab Saudi, tiba di BIM pada Selasa (23/6). (DOK KEMENHAJ SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Penantian panjang keluarga akhirnya berakhir bahagia. Setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi dan tidak dapat pulang bersama kloter asalnya, dua jamaah haji Debarkasi Padang akhirnya kem­bali menginjakkan kaki di Ranah Minang, Selasa (23/6).

Kedua jamaah tersebut adalah Jasri Abdullah Maran, 76, asal Kabupaten Limapuluh Kota dan Syaifuddin Wirdas Tompek, 60.

Keduanya tiba di Sumatera Barat melalui penerbangan lanjutan dari Jakarta setelah sebelumnya dipulangkan ke Indonesia bersama Jamaah Haji Debarkasi Banten Kloter JKB-15.

Kedatangan mereka di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama jajaran, kepala kantor kementerian agama daerah asal jamaah, serta keluarga yang telah menunggu dengan penuh harap.

Rifki mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan kedua jamaah dalam kondisi baik setelah menjalani masa perawatan di Tanah Suci.

ýÿSelamat datang kembali di Ranah Minang dan selamat berkumpul bersama keluarga tercinta. Kita juga menyampaikan terima kasih kepada Kantor Urusan Haji (KUH) yang telah mendampingi dan mengantarkan jamaah hingga kembali ke Padang dengan baik,ýÿ ujarnya.

Menurut Rifki, kebaha­gia­an dan rasa haru tampak jelas dari wajah kedua jamaah saat tiba di kampung halaman setelah melewati masa pemulihan kesehatan di Arab Saudi.

ýÿAlhamdulillah, kita melihat jamaah yang pulang tampak sangat bahagia dan penuh se­nyum. Itu menunjukkan kerinduan untuk kembali bertemu keluarga akhirnya terobati. Pe­ra­saan seperti itu tentu di­rasakan oleh seluruh jamaah yang kem­bali dari Tanah Suci,ýÿ katanya.

Ia menegaskan, kepulangan kedua jamaah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah haji hingga mereka benar-benar kembali ke daerah asal masing-masing.

Sempat Jalani Perawatan di Arab Saudi

Jasri Abdullah Maran sebelumnya menjalani perawatan di Saudi German Hospital Madinah dengan diagnosis pasca tindakan Post Percutaneous Coronary Intervention (Post PCI). Sebelum dirawat di Madinah, ia juga sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makkah pada 13 hingga 18 Juni 2026.

Setelah kondisinya membaik, Jasri dipindahkan ke hotel tanazul di Madinah hingga dinyatakan layak terbang. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia bersama Kloter JKB-15 dan melanjutkan perjalanan menuju Padang menggu­na­kan pesawat Garuda Indonesia GA148. Jasri tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 11.15 WIB.

Sementara itu, Syaifuddin Wirdas Tompek dirawat di Al Noor Specialist Hospital akibat gangguan asma selama berada di Arab Saudi.

Setelah mendapatkan perawatan intensif dan dinyatakan layak terbang oleh tim medis, ia juga dipulangkan bersama Kloter JKB-15.

Dari Jakarta, Syaifuddin melanjutkan perjalanan m­e­nuju Padang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA162 dan tiba di BIM pada pukul 16.35 WIB.

Dengan kepulangan dua jamaah tersebut, jumlah jamaah haji Debarkasi Padang yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi kini tersisa lima orang.

Rifki menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan kondisi kesehatan seluruh jamaah yang masih dirawat melalui koordinasi intensif dengan petugas kesehatan serta Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi.

ýÿUntuk pemulangan jamaah yang masih dirawat, kita menunggu perkembangan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Jika memungkinkan, mereka akan dipulangkan me­lalui kloter debarkasi lain yang masih beroperasi,ýÿ jelasnya.

Ia menambahkan, apabila operasional haji telah berakhir sementara kondisi jamaah belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara, pemerintah tetap akan memberikan pendampingan hingga yang bersangkutan benar-benar pulih dan dapat dipulangkan ke Indonesia.

ýÿKeluarga tidak perlu khawatir. Jamaah yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Ada petugas dan tim kesehatan yang akan terus mendampingi mereka sampai kembali ke Indonesia,ýÿ tegas Rifki.

Pemerintah memastikan seluruh proses pendampingan dan perawatan akan terus dilakukan hingga seluruh ja­ma­ah haji Debarkasi Padang yang masih menjalani perawatan dapat kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga tercinta di Ranah Minang. (rel)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#debarkasi Padang #Haji 2026 #jamaah haji