Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

MPLS SDN 10 Lambung Bukit Padang Dimulai, 56 Siswa Baru Belajar di Sekolah Terdampak Galodo

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 14 Juli 2026 | 06:10 WIB
Siswa SDN 10 Lambungbukit saat mengikuti upacara bendera perdana usai libur sekolah, Senin (13/7). (SUYUDI/PADEK)
Siswa SDN 10 Lambungbukit saat mengikuti upacara bendera perdana usai libur sekolah, Senin (13/7). (SUYUDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 10 Lambungbukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, resmi dimulai pada Senin (13/7). Sebanyak 56 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat (17/7, meski sekolah tersebut berada di kawasan yang terdampak bencana galodo pada akhir 2025 lalu.

Pelaksanaan MPLS menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman sebaya, serta membangun semangat belajar sejak memasuki jenjang pendidikan dasar.

Kepala SDN 10 Lambungbukit, Heryenti, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang agar memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru sehingga mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman.

“Pelaksanaan MPLS dimulai hari ini hingga Jumat mendatang. Kami menyiapkan berbagai kegiatan yang menarik agar anak-anak merasa senang mengikuti hari pertama sekolah,” ujarnya.

Heryenti menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah me­ngajukan kuota penerimaan se­ba­­nyak 56 siswa. Kuota tersebut ter­pe­nuhi, bahkan jumlah pendaftar me­lebihi daya tampung yang tersedia.

“Daya tampung yang kami ajukan sebanyak 56 siswa dan Alhamdulillah terpenuhi. Pendaftar juga melebihi daya tampung sehingga kami hanya bisa menerima 56 siswa yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar, yakni kelas 1A dan kelas 1B,” katanya.

Pada hari pertama MPLS, para siswa terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Suasana ceria tampak sejak pagi ketika para peserta didik baru mulai berinteraksi dengan guru maupun teman-teman sekelasnya.

Menurut Heryenti, sekolah sengaja menyusun konsep MPLS yang edukatif dan me­nyenangkan agar siswa baru tidak merasa takut ataupun canggung saat menjalani hari-hari pertama di sekolah.

“Kami mendesain kegiatan MPLS semenarik mungkin agar mereka lebih bersemangat mengikuti hari pertama sekolah. Harapannya anak-anak yang baru masuk SD tidak takut dan tetap percaya diri untuk kembali bersekolah pada hari-hari berikutnya,” ujarnya.

Pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung dalam situasi yang berbeda. SDN 10 Lambung Bukit merupakan salah satu sekolah yang berada di kawasan terdampak bencana galodo yang melanda wilayah tersebut pada penghujung 2025.

Hingga kini, tepat di depan sekolah masih terdapat jurang akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian serius pihak sekolah dalam memastikan keamanan seluruh peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Heryenti mengakui, pascabencana sempat muncul ke­khawatiran dari orang tua mau­pun siswa mengenai ke­amanan lingkungan sekolah. Namun, pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Padang agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan aman.

“Setelah kejadian bencana tentu ada kekhawatiran apakah sekolah masih bisa digunakan atau tidak. Namun Alhamdulillah kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar anak-anak tetap bisa belajar senyaman mungkin dalam kondisi yang ada saat ini,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, sekolah membatasi akses me­nuju area yang dinilai berpotensi membahayakan siswa. Pengawasan terhadap aktivitas pe­serta didik selama berada di lingkungan sekolah juga diperketat.

“Kami membatasi area-area yang dianggap berbahaya dan tidak boleh dilalui anak-anak sehingga kegiatan belajar tetap bisa berjalan dengan aman,” katanya.

Ia menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama selama proses pem­belajaran berlangsung. Karena itu, pihak sekolah te­rus­ melakukan pengawasan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Padang terkait penanganan jangka panjang terhadap kon­­disi sekolah, termasuk kemungkinan relokasi apabila diperlukan.

Meski masih berada di lingkungan yang terdampak bencana, kegiatan MPLS di SDN 10 Lambung Bukit tetap berjalan lancar. Sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat mengikuti proses adaptasi dengan baik sehingga siap menjalani kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. (yud)

Editor : Adriyanto Syafril
#MPLS 2026 #tahun ajaran 2026/2027 #hari pertama sekolah