Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cegah Bullying, Orangtua Diminta jadi Teman Anak

Suyudi Adri Pratama • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:10 WIB
Ilustrasi AI.
Ilustrasi AI.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Polresta Pa­dang memperkuat upaya pen­cegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar para pelajar di berbagai jenjang pendidikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda seka­ligus menekan potensi terja­dinya kasus bullying di lingku­ngan pendidikan.

Kasat Binmas Polresta Padang, Kompol Muzhendri, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Padang agar seluruh jajaran turun langsung ke sekolah-sekolah memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, terutama setelah adanya kasus yang terjadi di MAN 3 Padang beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan arahan Bapak Kapolresta Padang, seluruh jajaran Polresta Padang diarahkan untuk turun ke sekolah-sekolah dan memberikan arahan berkaitan dengan kasus bullying yang terjadi di sekolah, terlebih pasca kejadian yang terjadi di MAN 3 Padang beberapa waktu lalu,” ujar Muzhendri, Kamis (16/7).

Menurutnya, Polresta Padang menggandeng pihak sekolah untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan sekaligus membangun kesadaran mengenai dampak buruk perundungan terhadap perkembangan peserta didik.

Ia menjelaskan, bullying bukan sekadar tindakan iseng atau candaan antarsiswa, melainkan perilaku yang dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis, sosial, maupun prestasi belajar korban.

“Bullying di lingkungan sekolah dapat mengubah perilaku siswa seperti tidak mau berinteraksi, perubahan perilaku, serta menurunkan semangat belajar,” katanya.

Muzhendri menambahkan, sosialisasi juga difokuskan pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menurutnya, momentum tersebut menjadi waktu yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik baru mengenai pentingnya menciptakan ling­kungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Dengan pembekalan sejak awal, diharapkan para siswa dapat memahami bentuk-ben­tuk bullying, mengetahui dampak yang ditimbulkan, serta berani melaporkan apabila menjadi korban maupun me­nyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Selain melibatkan sekolah, Polresta Padang juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam mencegah bullying. Orang tua diminta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak sehingga mereka merasa nyaman untuk menceritakan berbagai pengalaman yang dialami selama berada di sekolah.

“Dengan menjadikan orang tua sebagai teman, tentunya anak akan terbuka dengan orang tuanya. Orang tua dapat mengetahui apa saja yang dialami anaknya di sekolah dan jika ada indikasi menjadi korban bullying tentunya dapat ditangani lebih baik ke depannya,” tutur Muzhendri.

Ia menegaskan, pencegahan bullying membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat kepolisian. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta mendukung tumbuh kem­bang peserta didik secara optimal. (yud)

 

 

 

Editor : Adriyanto Syafril
bullying di sekolah perundungan di sekolah polresta padang