Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini dipimpin langsung oleh Wali Nagari Gurun, Elmas Dafri dan menyasar warga kurang mampu di empat jorong, yakni Jorong Gurun, Sitakuak, Ampalu, dan Luak Gadang.
Program Jumat Berkah merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah nagari dengan para perantau Nagari Gurun. Dalam kondisi terbatasnya anggaran dana desa, langkah ini diambil sebagai solusi untuk tetap dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah nagari membagikan paket sembako yang berisi beras, telur ayam, gula pasir, mie instan dan minyak goreng.
Paket sembako ini disalurkan langsung kepada warga penerima manfaat yang sebelumnya telah didata dan diverifikasi oleh perangkat nagari dan relawan di masing-masing jorong.
”Kegiatan ini lahir dari rasa tanggung jawab sosial dan semangat gotong royong antara warga di kampung dan para perantau. Bantuan ini memang tidak bisa menjangkau semua warga, namun setidaknya menjadi upaya meringankan beban saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” ujar Elmas Dafri saat penyerahan simbolis bantuan.
Terbatasnya Anggaran, Perantau jadi Solusi
Lebih lanjut, Elmas Dafri menjelaskan dana desa yang diterima Nagari Gurun tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di tengah situasi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.
”Dana desa yang ada sangat terbatas, dan penggunaannya juga telah diatur ketat untuk berbagai bidang. Maka dari itu, kami mencoba mencari alternatif. Alhamdulillah, para perantau Nagari Gurun sangat responsif dan bersedia berkontribusi melalui program ini,” tambahnya.
Kontribusi perantau ini disebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap kampung halaman. Mereka tidak hanya hadir sebagai penopang ekonomi keluarga di rantau, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan nagari secara menyeluruh.
Wujud Nagari Mandiri
Program Jumat Berkah juga menjadi refleksi dari status Nagari Gurun sebagai Nagari Mandiri. Status ini bukan hanya simbol administratif, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah konkret untuk memberdayakan masyarakat dan menyelesaikan berbagai persoalan lokal.
”Sebagai Nagari Mandiri, kami dituntut untuk tidak hanya mengandalkan dana pusat. Kami harus kreatif dan inovatif. Salah satunya ya dengan membuka ruang kolaborasi seperti ini. Ini adalah bentuk solusi nyata, bukan hanya janji,” tegas Elmas Dafri.
Pemerintah Nagari Gurun juga berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin, baik dalam bentuk pembagian sembako maupun aksi sosial lainnya.
Elmas Dafri menyampaikan pihaknya sangat terbuka terhadap masukan, saran, dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk memperluas jangkauan dan manfaat program ini.
Kegiatan Jumat Berkah ini disambut antusias oleh warga yang menerima bantuan. Salah seorang warga Jorong Gurun, Novi, 35 menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
”Kami merasa sangat terbantu. Walaupun sederhana, tapi sangat berarti untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Terima kasih kepada Pak Wali dan perantau yang sudah peduli,” ujarnya.
Wali Nagari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari para perantau, perangkat nagari, tokoh masyarakat, hingga para relawan yang telah bekerja tanpa lelah menyukseskan kegiatan ini.
Di akhir kegiatan, Elmas Dafri mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang di kampung maupun di perantauan, untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong demi kemajuan Nagari Gurun.
”Nagari tidak akan maju jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Kita semua punya peran. Mari terus bersatu dan berbuat untuk nagari tercinta ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Eri Mardinal