Wali Nagari Bawan, Arif Eka Putra, menjelaskan pembangunan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi terhadap tingkat kesulitan air bersih yang sering dialami warga. Menurut Arif, inisiatif ini untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya air yang aman dan berkelanjutan.
”Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan manifestasi upaya nagari untuk memitigasi dampak kesulitan air yang secara langsung memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan warga,” ujar Arif saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Arif menambahkan fasilitas yang dibangun saat ini mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk sekitar 200 unit rumah. Dari total tersebut, sekitar 90 persen merupakan keluarga kurang mampu atau warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini, kata Arif, menjadi perhatian utama dalam perencanaan program karena ingin memastikan manfaatnya tepat sasaran.
”Ini sebenarnya sudah menjadi proyeksi saya jauh sebelum menjabat sebagai wali nagari. Aspirasi warga mengenai ketersediaan air bersih sudah lama kami tampung, dan pembangunan ini adalah salah satu upaya mewujudkannya agar distribusi air dapat dirasakan secara merata,” jelasnya.
Untuk mendanai proyek ini, Pemerintah Nagari mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp 400 juta yang difokuskan pada perluasan jaringan dan instalasi pipa utama.
Arif merincikan bahwa hingga saat ini pembangunan akses pipa telah mencapai sepanjang 3,8 kilometer dengan sumber air berasal dari Sarasah Paraman Talang. Meski demikian, masih diperlukan tambahan jaringan sekitar 4 kilometer lagi agar seluruh titik permukiman dapat tersambung.
Seluruh pengelolaan dan operasional sistem air bersih ini dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Salah satu aspek yang ditekankan oleh pihak nagari adalah penetapan tarif yang terjangkau bagi masyarakat. ”Kami mematok tarif sekitar Rp 3.000 per meter kubik agar layanan ini tetap dapat diakses oleh daya beli warga,” kata Arif.
Selain upaya yang dikelola oleh BUMNag, pengadaan air bersih di kawasan Bawan juga didukung oleh keberadaan tiga unit Pamsimas yang dikembangkan secara mandiri dan berbasis swadaya masyarakat. Ketiga Pamsimas tersebut berlokasi di Jorong Malabua, Pasarbawan, dan Kampuangtalang, yang membantu memperkuat ketersediaan layanan air di tingkat jorong.
Arif menegaskan komitmen nagari untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur hingga cakupan layanan dapat menjangkau seluruh warga. Pihaknya juga akan terus mengevaluasi kebutuhan tambahan pendanaan dan langkah teknis agar pelayanan air bersih yang terbangun dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Editor : Eri Mardinal