Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Pessel Tetapkan Nagari Pandai Ditetapkan sebagai Inovasi Daerah 2025

Yoni Syafrizal • Sabtu, 6 Desember 2025 | 11:47 WIB

 

 

Kepala Disdikbud Pessel, Salim Muhaimin.
Kepala Disdikbud Pessel, Salim Muhaimin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menjadikan Program Nagari Pandai sebagai Inovasi Daerah Tahun 2025.

Penetapan ini tercantum dalam SK Bupati Nomor 500.10.30/309/Kpts/BPT-PS/2025 tanggal 30 September 2025.

Kepala Disdikbud Pessel, Salim Muhaimin mengatakan program tersebut digagas untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dengan pendekatan komunitas, kearifan lokal, dan partisipasi aktif masyarakat di tingkat nagari. Upaya itu merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan pendidikan dapat diakses, dirasakan, dan dikembangkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

”Nagari Pandai kami rancang sebagai model pendidikan berbasis masyarakat. Tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga ruang belajar bagi semua kelompok umur,” katanya.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat literasi masyarakat, memperluas akses pembelajaran, serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.

Menurut Salim, nagari akan difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar yang menghubungkan sekolah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan lembaga adat. ”Dengan cara ini, setiap nagari bisa mengembangkan program sesuai kebutuhan dan karakter lokalnya,” jelasnya.

Salah satu fokus utama program itu adalah peningkatan literasi baca tulis dan literasi digital. Kegiatan yang akan dijalankan mencakup penyediaan ruang belajar terbuka, gerakan membaca bersama, pelatihan penggunaan perangkat digital, serta penguatan perpustakaan nagari. Salim menilai penguatan literasi digital penting untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, Program Nagari Pandai juga mengusung pendidikan berbasis budaya dan nilai-nilai adat. Melalui revitalisasi seni tradisi, pembelajaran berbasis budaya, dan kegiatan yang menonjolkan kearifan lokal, pemerintah berupaya memastikan pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan identitas budaya masyarakat Pesisir Selatan.

Program ini turut diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda. Berbagai pelatihan keterampilan, kompetisi, dan kegiatan inovatif akan digelar di nagari sebagai wadah pengembangan ide-ide baru.

”Kami ingin nagari menjadi pusat kreativitas sekaligus pusat pendidikan masyarakat,” ujar Salim.

Dari sisi pelaksanaan, Disdikbud Pessel akan melakukan pendampingan intensif kepada nagari pelaksana. Pendampingan ini meliputi pembinaan teknis, monitoring, hingga evaluasi tahunan terhadap capaian program.

”Pendekatan ini diharapkan membuat pelaksanaan Nagari Pandai berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata. Kita optimistis Program Nagari Pandai akan menjadi inovasi unggulan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini,” tutupnya. (*)

Editor : Eri Mardinal
#Literasi Masyarakat #Nagari Pandai #Inovasi Daerah 2025