Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Silek Pangian Penggerak Ekonomi Kreatif Nagari

Safrizal Putra • Sabtu, 18 April 2026 | 11:04 WIB
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly saat menghadiri Bimtek Pelestarian Nilai Tradisi Silek Pangian sebagai bentuk pembinaan terhadap NCH di Gedung Controller, Selasa (14/4). (DOK PROKOPIM TANAHDATAR)
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly saat menghadiri Bimtek Pelestarian Nilai Tradisi Silek Pangian sebagai bentuk pembinaan terhadap NCH di Gedung Controller, Selasa (14/4). (DOK PROKOPIM TANAHDATAR)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pelestarian tradisi silek tidak hanya penting sebagai identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor ekonomi kreatif.

Silek Pangian merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai seni bela diri, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelestarian Nilai Tradisi Silek Pangian sebagai bentuk pembinaan terhadap Nagari Creative Hub (NCH) di Gedung Controller, Selasa (14/4).

Ia menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong inovasi berbasis kearifan lokal.Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang digagas oleh Pemprov Sumbar dengan menjadikan Pangian sebagai nagari percontohan NCH di daerah ini.

Wabup Ahmad Fadly juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan NCH sebagai wadah bagi generasi muda dalam berkreasi.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih aktif dalam melestarikan budaya,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam memperluas promosi budaya.

“Dengan memanfaatkan teknologi, tradisi seperti Silek Pangian tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan platform digital dalam mengemas budaya tradisional agar lebih menarik dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Pelestarian budaya tidak boleh terlepas dari inovasi. Tradisi harus mampu beradaptasi tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Wali Nagari Pangian Hijrah Adi Syukrial menyebutkan kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting dalam “mambangkik batang tarandam” sebagai upaya pembentukan jati diri Nagari Pangian.

 

“Semangat ini telah lama tumbuh di tengah masyarakat. Mudah-mudahan dapat berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai silek Nagari Pangian. Inilah salah satu mimpi kami di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelestarian budaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Mudah-mudahan ini menjadi awal terwujudnya ‘siriah pulang ka gangang, pinang pulang ka tampuak’,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Bimtek ini, diharapkan nilai-nilai tradisi Silek Pangian terus hidup dan berkembang. Keberadaan NCH di Pangian juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di Tanah Datar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Sumbar Rony Mulyadi Dt. Bungsu dan Jefri Masrul, sejumlah anggota DPRD Tanahdatar, Kepala Dinas Kominfo Dedi Triwidono, Sekretaris Dinas PMDPPKB Arief Gani, Camat Lintau Buo Ikrar Pahlepi, tokoh masyarakat Nagari Pangian, serta undangan lainnya. (cc8/rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#nagari #ekonomi kreatif