Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nagari Alahan Mati Dinilai PKK Provinsi

Willian. • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:25 WIB
Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, bersama Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua TP-PKK Pasaman Lusi Welly, dan jajaran OPD, saat Penilaian Gerakan PKK di Simpang Alahan Mati, Senin (15/6). (DOK DISKOMINFO)
Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, bersama Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua TP-PKK Pasaman Lusi Welly, dan jajaran OPD, saat Penilaian Gerakan PKK di Simpang Alahan Mati, Senin (15/6). (DOK DISKOMINFO)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Harapan Nagari Alahan Mati mengharumkan nama Kabupaten­ Pasaman di tingkat provinsi memasuki tahap penting. Sebagai wakil Pasaman dalam Penilaian Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, nagari tersebut mendapat kunjungan dan penilaian langsung dari Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, Senin (15/6)

Kegiatan ini merupakan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang mencakup aspek kelembagaan dan tertib administrasi, Pokja I Paaredi, Pokja II Gelari Pelangi, Pokja III Aku Hatinya PKK, serta Pokja IV PHBS Plus.

Penilaian dilakukan langsung oleh Staf Ahli TP-PKK Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, bersama rombongan. Kehadiran tim disambut Bupati Pasaman Welly Suhery, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Lusi Welly, Ketua GOW Pasaman, Asisten III Asrial Arfandi Hasan, para kepala OPD, camat, wali nagari, kader PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

Bupati Pasaman Welly Suhery dalam sambutannya menyampaikan smangat masyarakat Nagari Alahan Mati dalam menghadapi penilaian tingkat provinsi tersebut. “Saya bangga melihat sinergi yang terjalin antara pemerintah nagari, kader PKK, dan masyarakat. Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting dalam meraih prestasi sekaligus memperkuat pembangunan di tingkat nagari,” ujar Bupati Welly.

Bupati Welly menegaskan bahwa penilaian ini tidak boleh dimaknai sebatas perlombaan semata, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat implementasi program PKK secara berkelanjutan hingga ke tingkat dasawisma. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#Nagari Padek