Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

KNKT Lanjutkan Pencarian CVR

Novitri Selvia • Jumat, 22 Januari 2021 | 11:17 WIB
KNKT lanjutkan pencarian CVR. (net)
KNKT lanjutkan pencarian CVR. (net)
Operasi pencarian Sriwijaya Air PK-CLC resmi berhenti setelah Tim SAR Gabungan bekerja selama 13 hari. Kamis sore (21/1) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan hal itu.

Dia menyebut, operasi SAR yang dipimpin oleh Badan Sar Nasional (Basarnas) akan ditutup dengan tabur bunga di titik jatuh pesawat yang berada di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Sampai kemarin, Tim SAR Gabungan sudah mengangkat 324 kantong jenazah dari dasar laut. Mereka juga menyerahkan 68 kantong berisi potongan kecil bagian dan 55 potongan besar pesawat.

Itu belum termasuk temuan black box berisi flight data recorder (FDR) dan cangkang cockpit voice recorder (CVR) yang sudah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Dengan berbagai pertimbangan kami menutup operasi SAR hari ini (kemarin),” kata Budi.

Keputusan itu diambil setelah dirinya mengevaluasi operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh potensi SAR yang terlibat. Termasuk di antaranya TNI, Polri, dan instansi lainnya. Sejak pesawat itu dikabarkan hilang dan dikonfirmasi jatuh di Perairan Kepulauan Seribu Sabtu (9/1), Tim SAR Gabungan langsung bekerja.

Mereka sudah menambah masa pencarian sebanyak dua kali. Sehingga total waktu yang dihabiskan untuk misi kemanusiaan itu selama 13 hari. Meski operasi SAR sudah resmi ditutup kemarin, Menhub menyatakan, upaya-upaya lain tetap dilakukan pemerintah. Di antaranya menugaskan KNKT untuk menuntaskan investigasi kecelakaan yang merenggut 62 nyawa tersebut.

“KNKT sudah mendapat kesepakatan dari KSAL, TNI, dan Polri untuk melakukan operasi lanjutan dengan base yang ada di Pulau Lancang,” jelas Budi. Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, CVR harus dicari sampai ditemukan.

Sebab, benda itu yang akan membantu KNKT untuk menganalisis kecelakaan pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak tersebut sampai paripurna. TNI AL juga sudah memastikan, unsur-unsur mereka yang berada di Kepulauan Seribu akan membantu. Sedikitnya lima sampai enam KRI yang masih berada di sekitar lokasi kejadian akan tetap bekerja. (syn/jpg) Editor : Novitri Selvia
#knkt #pencarian CVR #sriwijaya sj 182