Dalam kunker ini, Stafsus Sukriansyah meninjau langsung ke ‘titik nol’, rencana lokasi dibangunnya Istana Presiden RI dan Wakil Presiden.
Dalam rangkaian kunker ini, Stafsus kunjungan ke proyek strategis nasional (PSN), yakni pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara, Kaltim setelah berkunjung ke Kantor Kantor Gubernur Kaltim dan bertemu pejabat daerah Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi beserta jajarannya menerima langsung Stafsus Wapres RI bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S. Latief dan Mohamad Nasir, Stafsus Wapres bidang Reformasi Birokrasi, di Ruang Tepian I Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim.
Pada kunjungan tersebut Stafsus Wapres didampingi Asisten Staf Khusus Wapres Yulian Hadromi, Siti Hanna Maruf Amin dan M. Mashudi.
Wagub Hadi Mulyadi berterima kasih atas kedatangan Stafsus Wapres RI dan rombongan di Kota Samarinda. Dalam pertemuan, Wagub juga menyampaikan bahwa pelayanan publik dalam konteks perizinan (investasi), Kaltim mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) terbanyak di seluruh Indonesia yaitu 85 ribu NIB.
Artinya proses perizinan berjalan baik, dan untuk perizinan terkait UMKM masuk 10 besar dari NIB yang dikeluarkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk UMKM.
Artinya apa yang diinginkan oleh Wakil Presiden terkait menggerakkan UMKM telah dilakukan dengan baik oleh Kaltim. Selain itu, Kaltim menduduki nomor 2 di Indonesia untuk ekspor komoditas di tengah pandemi saat ini.
Wagub mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim sangat berterima kasih kepada pemerintah ketika memutuskan memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim.
Wagub yakin ketika IKN dipindah ke Kaltim akan terjadi pemerataan keuangan pemerintah pusat dan daerah termasuk pembangunan, khususnya Jawa dan luar Jawa.
Sementara Stafsus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi, Sukriansyah menyebutkan tujuan kunjungan kerjanya kali ini ialah untuk mengetahui perkembangan Proyek Strategis Nasional, khususnya pembangunan Bendungan Sepaku Semoi.
“Bendungan ini diharap bisa menjadi penyangga air bersih atau air baku Ibukota Negara (IKN) baru. Mudah-mudahan pembangunan infrastruktur penyangga Ibukota Negara baru dapat secepatnya terlaksana di Kaltim,” katanya.
Diketahui, Bendungan Sepaku Semoi memiliki luas genangan sekitar 280 hektare dengan ketinggian 25 meter dari pondasi dan membentang sepanjang 450 meter.
Pembangunan bendungan ini nantinya akan bermanfaat besar untuk mereduksi banjir sebesar 55,26 persen serta menampung air baku 2.500 liter/detik.
Dalam laporan yang ada, pembangunan bendungan ini dimulai sejak penandatangan kontrak, yakni 27 Juli 2020 dan berakhir pada 31 Desember 2023.
Menurut Sukriansyah, progres pembangunan bendungan sudah cukup baik, walau masih ada beberapa kendala teknis lapangan yang ditemui.
Dia berharap, kendala-kendala tersebut bisa diatasi dengan cepat dan menekankan agar pihak stakeholder terus melakukan koordinasi dalam setiap tahapan dan bisa rampung sesuai dengan rencana kerja yang ada. (rel/idr) Editor : Admin Padek